Guest Book Three'rz'Fourw's Silahkan Tinggalkan Jejak Disini, Tapi Ingat Jagalah Kesopanan...!!
.:: Happy Blogging ::.
banner
Minggu, 18 November 2012

10 Tanda Pria (Sungguh) Jatuh Cinta




Terkadang perempuan bertanya-tanya apakah pria yang sedang mendekatinya ini benar-benar suka. Banyak kode dan sinyal yang membuat perempuan pusing memikirkan perasaannya. Berikut ini ada sepuluh tanda yang memperjelas semuanya.


1. Dia tersenyum
Tidak hanya ketika dia butuh, tapi sesekali dia kepergok mencuri pandang lalu tersenyum.

2. Dia berbicara panjang-lebar
Biasanya pria bukanlah tipe orang yang cerewet. Tapi itu sebelum mereka menemukan seseorang yang mereka sayangi.

3. Dia memeluk
Jika pria tidak menyukai seorang perempuan, maka dia tidak akan memeluk. Ketika pria melakukannya, berarti dia tahu bahwa Anda adalah orang yang berbeda dengan perempuan lainnya.

4. Dia memberi perhatian yang tulus
Pria yang jatuh cinta ingin mengetahui semuanya tentang perempuan. Kesukaan, kebencian terhadap sesuatu, makanan favorit, dan apa yang bisa membuat Anda tertawa.

5. Dia mau diajak ke mana saja
Jarak sejauh apa pun, pria akan rela asal perempuan yang dicintainya bahagia.

6. Kebiasaan aneh perempuan jadi mengagumkan di matanya
Terkadang perempuan merasa malu karena punya kebiasaan aneh, seperti selalu memonyongkan bibir tanpa sadar ketika kesal. Kebiasaan aneh yang enggan diumbar di publik ini, di mata pria yang mencintai Anda, justru menjadi daya tarik siapa diri Anda sejatinya.

7. Daya tarik kalian luar biasa
Ketika pria yang dekat dengan Anda benar-benar jatuh cinta, Anda pasti akan mendapati banyak kesamaan. Dan ketika kalian bersama, ikatan kesamaan tersebut menjadikan hubungan lebih kuat.

8. Dia suka menghabiskan waktu dengan Anda
Tidak masalah apa yang Anda kerjakan, sepanjang kalian bersama, maka dia akan suka.

9. Dia bersedia berkompromi
Pria yang benar-benar mencintai Anda bersedia mengorbankan waktu dan tenaga untuk perempuan yang dikasihinya.

10. Dia mulai membuat rencana masa depan
Dengan Anda tentunya.

Original Posted by : ADMIN

Komentar anda sangat membantu perkembangan blog ini!!


Tanda - tanda Wanita Jatuh Cinta




Tanda - tanda Wanita Jatuh Cinta - Mungkin tak banyak yang tahu kapan dan bagaimana wanita jatuh cinta karena terkadang hal ini sangat sulit ditebak. Tapi pada dasarnya, ada beberapa perubahan yang terjadi pada diri kita saat kita benar-benar jatuh cinta.

Simak ciri-ciri berikut ini dan perhatikan. Apakah kamu benar-benar sedang dilanda jatuh cinta atau tidak.


Tak Pernah Berhenti Mikirin Dia
Tentu saja, kalo kamu sedang jatuh cinta, pikiranmu tak akan pernah bisa lepas dari namanya. Meskipun saat itu kamu sedang berkonsentrasi untuk berpikir dalam sebuah ujian atau tes tertentu, otak kamu bisa saja tetap ingat dia dan selalu nyebutin namanya di dalam hati.

Makanya nggak jarang kita lihat cewek yang senyum-senyum sendiri dengan wajah yang berseri-seri ketika sedang jatuh cinta.

Karena otak yang selalu mikirin dia, kamu juga secara nggak sadar bakalan sering banget cerita tentang dia kepada siapapun, teman, saudara, tetangga atau bahkan orangtua.

Setiap kali berbincang topik apapun dan ada sedikit celah untuk kamu ingat dia, maka kamu juga akan mengarah untuk membicarakan dia dan bagaimana si dia kepada lawan bicaramu. Bahkan terkadang kamu sampe ga sadar kalo kamu sudah terlalu banyak cerita tentang tu cowok ke orang lain.

Nafsu Makan Menurun
Kalo sampe kamu kurang doyan makan dan terlihat lebih kurus padahal kamu sedang bahagia, itu salah satu ciri kalo kamu sedang menjadi salah satu dari wanita jatuh cinta.

Ya, saking bahagianya dengan rasa cinta itu serta hubungan yang sudah kamu bangun bersama si dia, kamu bisa sampai nggak begitu doyan makan. Karena perasaan yang begitu bahagia, perutmu jadi nggak masalah kalau harus menerima makanan yang sedikit.

Bahkan terkadang karena saking bahagianya, lidahmu sampe ga bisa buat mengunyah makanan banyak-banyak. Ini bukan karena kamu sedang ingin diet tapi memang perasaan bahagiamu benar-benar mempengaruhi nafsu makan. 

Selalu Ceria, Bersemangat dan Selalu Pengen Ketemu
Kebanyakan wanita jatuh cinta selalu terlihat lebih ceria dan bersemangat dari pada biasanya. Setiap hari, wajahnya akan terlihat berseri-seri sebagai gambaran kalau sedang bahagia.

Setiap wanita juga akan lebih bersemangat untuk melakukan aktivitasnya ketika sedang jatuh cinta. Apalagi, kalau aktivitas tersebut bakal memberi kesempatan untuknya bertemu sang pujaan hati.

Karena perasaan bahagia itu, kamu selalu ingin pergi keluar, ke tempat-tempat dimana kamu sering melihatnya dan berharap kamu bakal ketemu dia lagi.

Bahkan, kalo wanita jatuh cinta, ketika lewat di area dekat rumah si cowok, matanya akan lebih tajam melihat ke sekeliling dan berharap bakal ada sesosok pujaan hati di sekitar sana.



Original Posted by : ADMIN

Komentar anda sangat membantu perkembangan blog ini!!


Mengapa Waktu Kita Selalu Salah



Oleh : Reinz A.F

Selama dua tahun ku menunggumu.Namun knp.? Disa'at q punya kesempatan tuk memilikimu..Selalu ada halangan.

5 tahun yg lalu..
Itu adalah waktu pertama kalinya gw menginjak kelas 1 SMP di SMPN 02 Batu.Sa'at itu mungkin emang penampilan q kayak orang culun..Gk keren sama sekali..Dulu gw sangat diremehin ma tmen" and sering dikerjain..mungkin karna sifat pendiam q lah yg menjadi alasan knp mereka selalu mengerjai gw..hmm namun karna kebiasaan itulah..gw pertama kalinya kenal sama seorang cewe cantik.Namanya Larasshanty..Dia adalah seorang cewe yang kuat dan tegar..Dia beda ma cwe yg lain,Stiap q dikerjain dia selalu memperhatikan gw..mungkin karna gw gk pernah ngelawan..jujur bukannya gw adalah seorang pecundang
ataupun penakut..namun alasan gw selalu mengalah karna  menurut gw"melawan hanya akan mendatangkan masalah".Bisa saja karna gw melawan nti malah Rumit msalahnya.Bahkan bisa memancing keributan,gw sangat benci ma kekerasan.krn bagi gw kekerasan hanya akan menyakiti orang lain dan gk kan pernah bisa menyelesaikan masalah.

Selama 3 bulan lebih gw trs di kerjain..Namun  gw sangat heran,pertama kalinya itulah ada seorang cwe yg peduli ma gw.Laras datang kw rumah gw,jujur gw sangat kaget akan kedatangannya.Lalu,gw ajak dia dia ngobrol di taman rumah.nah,disitulah gw kagum ma dia and langsung merasakan jatuh cinta.Dia memberiku semangat dan mendorong gw utk tidak trlalu lembek atau terlalu bnyk mengalah.Sejak itu,tiap gw dikerjain gw slalu melawan dan melawan,dan akhirnya kejadian yg sangat gw benci datang.mereka menantang gw utk duel.ya begitulah,Anak Zaman sekarang hanya bisa mengandalkan kekerasan.Hmm,gw tolak ajakan mereka.namun gw langsung terbawa emosi stelah mereka mengolok nama ortu gw..nah disa'at itulah pertama kalinya gw berkelahi.mungkin saking emosinya mpe gw gk sa kontrol and akhirnya gtw knp gw menyerang daerah vitalnya.Hingga mereka tersungkur and akhirnya lari..namun Bukannya gw gk knp".y gt deh kek orang habis berkelahi,Muka gw bonyok abiz,malahan gigi gw ada yg copot satu,..hehehe..


Selama berbulan bulan gw sahabatan ma Laras.akhirnya gw gk tahan memendam perasaan gw ma dia.Di malam ultah gw.gw tembak dia..Emang sih cinta pertama,apalagi cara gw nembak gw gk cocok mungkin ea atau AlAY gt hehehe..Gw mengira low gk mungkin laras yg cantik and anak orang kaya sa terima gw yg dah Jelek,Culun,sederhana..namun gw kaget stelah dia terima CINTA gw..Jujur gw sangat seneng bgt..Hmm CINTA pertama Emang indah Sob..gw tanya alasan dia menerima gw..dia jawab"Aq menerimamu bukan karena Tampang,ataupun Hartamu.Namun,karna Ketulusan cintamu dan Allah.Aq yakin kamu bisa merubah penampilanmu menjadi keren"..(gw gk mungkin nyeritain Cerita Detailnya kan.!!Coz sangat panjang bgt low di tulis.hehehe)

nah sejak itulah gw berusaha mengubah penampilan gw mpe sekarang nih..kami menjalani hari" kami dengan kebahagiaan yg luar biasa..Dia selalu memberi gw kebahagian..Hmmm,gk terasa kami menjalani hubungan tuh selama tiga tahun..namun stelah lulus SMP gw gk pernah dpt kabar lagi dari dia..gtw knp..Namun stelah gw menginjak di SMK selama 2 minggu.dia kembali menemui gw.namun gw heran..Wajahnya begitu Pucat dan beda sperti biasanya.Tiap gw tanya dia hanya bilang Low dia cuman sakit Ringan.tapi,tiap ktemu..Dia sering pingsan.kekhawatiran mulai melanda kehidupan gw..Dia pun akhirnya dibawa ortunya ke jakarta utk pengobatan.Namun,beberapa minggu kemudian Ortunya datang kerumah sambil membawa sebuah kotak kado.karna cemas and kangen gw tanya ke ortunya"Om,Tante.laras mana..?kok gk kliatan.Dia gpp kan.?"Namun mereka gk menjawab,lalu menyerahkan sebuah kotak kado trsb.Stelah gw terima gw langsung buka kadonya,di dlm kado ada sebuah memory Hp,buku dan sebuah Amplop.di dlm amplop ada sebuah surat.Stelah gw baca gw sangat terpukul.and akhirnya gw langsung jth pingsan.Hmm emang sih sa'at itu rasanya tangisan gw mau meledak..coz di dlm surat itu tertulis..
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dear : Larasshanty
To    : Sayang qw Reinz

Assalamualaikum wr.wb

Say,sebelumnya aqw minta mv karna udach Ninggalin eand tanpa kabar.Sbenernya aqw pergi ke jakarta untuk mengobati penyakit aqw.Sbenernya sejak kls 3 SMP aqw udah mengidap penyakit Kanker Otak.Aqw minta ma'af karna udah bo'ong ke eand.aqw gk mw klo sampe eand khawatir mikirin aqw.
Mungkin Umur qw udah gk kan lama lagi.makanya qw kembali ke Batu karna qw ingin ketemu eand untuk terakhir kalinya.aqw mohon stelah baca surat qw inih,sayang gk sedih dan meneteskan air mata.Aqw yakin suatu sa'at nanti eand kan dapetin seorang cinta yg lebih baik dan sempurna dari aqw.Sepertinya Silvy anaknya baik,ramah.Aqw sangat bahagia klo eand jadian ma dia.aqw sangat takut say,aqw tkut gk kan pernah ketemu eand lagi.:'( aqw tkut say..aqw ingin mengulang hari" kmarin.menjalani khidupan canda,tawa,kebahagiaan bersama eand.seandainya umur aqw msh di kcih kesempatan utk hdup lebih lama.aqw ingin bangets menjalani kehidupan dengan eand tuk slamanya.:'(
aqw minta ma'af say,karna gk sa menjadi mukmin yg baik utk eand.:'( aqw kan kangen ma senyum eand say.dah sayang,baik" disana.meskipun aqw tiada,cinta aqw,kan slalu ada disisi eand karna cinta aqw dan hati aqw hanya utk eand.Jaga diri dan kesehatan ea say.:-( 

're always close to our hearts and our love will last forever
I love you forever:'(
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nah blm sempet liat isi memory HP and Buku Diary gw dah pingsan saking terpukulnya.sejak kehilangan laras hidup gw jadi Hampa.Selama satu bulan lebih gw cuman diam and jarang bicara..Tiap di ajak bicara gw cuman bisa diam..Jujur gw sangat syg ma dia and gw lom siap khilangan dia.namun lama kelamaan gw sadar.Low gw trs"an terpruk kek gt pasti laras Kan sedih di atas sana.nah akhirnya gw putusin bwt liat isi Memory Hp and Buku Diarynya.

Gw seketika nangis terharu krn trnyta di dlm Memory trb bnyk sekali trdpt Video" disa'at kami Kencan and bcanda dlu.Dan di buku diary trpajang bnyk sekali Foto" disa'at kami bahagia and bcanda,dsa'at kami pergi jalan" dan hal" khdupan yg indah.Sejak itu gw brjanji kan selalu mengingat Laras.Tiap di hari ULTAh kami jadian gw rayain brsama" fto" nya sambil mengenang masa Lalu kami,serta nyanyikan lagu" ciptaan kami berdua...


Hmm dari kejadian itulah gw sa mendapat Pembelajaran ttg betapa indahnya Cinta Pertama and cinta sejati.bgaimana rasanya ditinggal oleh orang yg kita sayangi.Sejak sa'at itu gw berusaha untuk menjadi yg terbaik dan Mencapai Mimpi kami berdua..yakni gw jadi Musisi Terkenal.


Jadi sobat pesen gw..Jangan lah pernah sia"in orang" yg kita sayangi kapanpun dan dimanapun..karna kita gk kan pernah tahu kapan Orang yg kita sayangi meninggalkan kita utk selamanya.Karna Kita kan menyesal di belakang klo kita udah menyia"kan waktu untk bersamanya..janganlah pernah mengecewakan cwe karna Cwe merupakan makhluk yg diciptain dgn kasih syg.Mereka dapat merubah kita menjadi lbh baik dan mengerjakan Pekerjaan Laki".Namun sebaliknya,kita gk kan pernah bisa mengerjakan apa yg biasa di kerjakan Cwe..


To Be Continue--->>
                                                                                                          

Original Posted by : ADMIN

Komentar anda sangat membantu perkembangan blog ini!!


Merintih




Oleh Romi Adi Prasetyo

Hari selasa 4 tahun yang lalu. kelas 2 SMP adalah awal aku mengerti apa itu jatuh cinta. well.. kita mulai dari awal saja...
hari itu adalah hari paling suram di bagiku. hidup sendiri, sepi dan di jauhi. mungkin karena aku adalah orang yang mempunyai kelainan pada kakiku. karena itulah aku di angap oleh guruku sebagai anak bawang/ anak ingusan. dan itulah awal penyebab kenapa plend qw membenci dan mengerjai aku. hidup terasa sepi dan yang da hnyalah cemoohan yg berlalu lalang. hinga akhirnya pulang sekolah aku bertemu seorang gadis buta yang menawan hatiku saat itu juga. dan dia dalam bahaya. dia di lecehkan oleh seorang pemuda yang tak dikenal. spontan gua sebagai cwo sejati langsung menghampiri cwe yg dalam bahaya..
gua berusaha menolong dia sekuat tenaga. alhamdulilah allah bersamaku saat itu juga. aku berhasil melindungi gadis cantik dan buta tersebut.. tapi aku gagal melindungi tongkat yang ia gunakan sebagai pengganti pengelihatanya. dengan terpaksa aku mengantarkan dia pulang. sambil mengantar dia pulang aku mencoba brkenalan dengan dia. ternyata dia namanya x. ( sory namanya aku samarin klian akan tau di akhir cerita nanti). setelah brkenalan aku sngt bhgia senang dan berdegub jantung ini . setelah lama brkenalan hubungan kami semakin akrab. kini aku telah mnjadi bagian dari mata dia dan dia telah mnjadi arahan hatiku yang sepi ini. dia sangat baik padaku selalu memberi suport yang baik padaku. aku merasa dia slalu memprhatikn aku. hidupku kini menjadi bhgia. bhkn hinaan tmnku bagaikn tak brarti saat aku mengingat dia. aku brtanya tny. apakah ini jatuh cinta?
malam hari setelah 5 bulan berkenalan. aku beranikn mnembak dia. dan yes!!!! aku ditrima oleh dia. begitu senang hati ini serasa ingin brteriak dengan kencang krna senang. hari2 aku lalui dengan indah dan semangat. aku mrasa bhgia krna tlah mnjadi mata dia. dan dia mnjadi pijakan hatiku untuk melangkah. aku brsyukur setiap saat kepada allah SWT yg membrikn ku kekasih yg baik dan cantik spt dia walau dia buta. namun semua itu sirna semenjak keganjilan demi keganjilan datang. spt dia mulai tidak mau menemuiku. aku bertanya2 pa yg membuat dia spt itu. yg lebih parahnya lgi ktika aku brtemu ke dua ortuny. ortuny marah2 kpdku, dan ortuny mngancam akn menghjarku jka qw mndekti dia. nmun aku tak takut. aku tak gentar oleh ancaman itu. bagiku cintaku tak akan luntur olehnya. itulah yng aku pkirkan saat ini. stelah be2rpa hari tak brtemu aku mlihat dia dlm kondisi normal bs mlihat. brsyukurny dia bs mlihat lgi. namun dia mnangis dn mngatakn bhwa ortuny telah mnjodohkn dia dngan pria lain yg lbih kaya dn lebih tampan dari aku. betapa sedih dan trsayat ati ini bagaikn petir menyambar telingaku. sakit perih dan aku menangis sekencang kncangnya. aku tak prcaya cwe yg aku syanki mningalkn luka di hati ini. aku hancur, trluka, dn tak tahu hrus berbuat apa. kpada siapa aku harus curhat. aku tak punya teman. qw di asingkan. aku spt orang yg kikuk. ya allah brikn selalu ksabaran agar dapat mnerima knyataan bahwa dia sudah mninggalkn aku brsama pria lain. buat kmu semoga bhgia. semoga hidupmu langeng brsamanya. walau hati ini tersayat..

Original Posted by : ADMIN

Komentar anda sangat membantu perkembangan blog ini!!


Kisah Cinta Mengharukan



Andre dan Sherly adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga Sherly berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Andre hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan. 
  
Dalam kehidupan mereka berdua, Andre sangat mencintai Sherly. Andre telah melipat 1000 buah burung kertas untuk Sherly dan Sherly kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Andre telah menuliskan harapannya kepada Sherly. Banyak sekali harapan yang telah Andre ungkapkan kepada Sherly. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi Sherly dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada Sherly. 
  
Suatu hari Andre melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Andre berkata kepada Sherly: 

“Sherly, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “ 
Saat mendengar Andre berkata demikian, menangislah Sherly. Ia berkata kepada Andre: 
“Ndre, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!” 
Saat mendengar itu Andre pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada Sherly. Ia mengatai Sherly matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Dan Akhirnya Andre meninggalkan Sherly menangis seorang diri. 
Andre mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap Sherly dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Andre menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Andre, ia adalah bintang kesuksesan. 
  
Suatu hari Andre pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Andre pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua Sherly. 
  
Andre mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Andre membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua Sherly. 
  
Andre sangat terkejut ketika didapati orang tua Sherly memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto Sherly dalam makam itu. Andre pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam Sherly untuk menemui orang tua Sherly. 
Orang tua Sherly pun berkata kepada Andre: 

”Ndre, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan Sherly yang terkena kanker rahim ganas. Sherly menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.” 
Orang tua Sherly menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Andre. 
Andre membaca surat itu. 

“Ndre, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputus-asaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Ndre, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Ndree……….. “ 
Setelah membaca surat itu, menangislah Andre. Ia telah berprasangka terhadap Sherly begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati Sherly teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa Sherly kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa Sherly mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap Sherly sebagai orang matre tak berperasan. Sherly telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran. 
  
Sungguh sangat mengharukan. Sebuah Cerita Sedih yang amat sangat menyentuh hati. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dibalik Kisah Cinta Andre dan Sherly tersebut, yang merupakan Cerita Cinta Anak Remaja yang Sangat menyedihkan dan mengharukan. 
  
Dari Cerita sedih dan mengharukan yang dikisahkan oleh Andre dan Sherly, dapat di ambil kesimpulan bahwa“Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita”. 


Original Posted by : ADMIN

Komentar anda sangat membantu perkembangan blog ini!!


"Sahabat Terbaik"



"Persahabatan bukan hanya sekedar kata, 
yang ditulis pada sehelai kertas tak bermakna, 
tapi persahabatan merupakan sebuah ikatan suci, 
yang ditoreh diatas dua hati, 
ditulis dengan tinta kasih sayang, 
dan suatu saat akan dihapus dengan tetesan darah dan mungkin nyawa"..

**
“Key… sini dech cepetan, aku ada sesuatu buat kamu”, panggil Nayra suatu sore. 
“Iya, sebentar, sabar dikit kenapa sich?, kamu kan tau aku gak bisa melihat”, jawab seorang gadis yang dipanggil Key dari balik pintu.

Keynaya Wulandari, begitulah nama gadis tadi, meskipun lahir dengan keterbatasan fisik, dia tidak pernah mengeluh, semangatnya menjalani bahtera hidup tak pernah padam. Lahir dengan kondisi buta, tidak membuatnya berkecil hati, secara fisik matanya tidak bisa melihat warna-warni dunia, tapi mata hatinya bisa melihat jauh ke dalam kehidupan seseorang. Mempunyai hoby melukis sejak kecil, dengan keterbatasannya, Key selalu mengasah bakatnya. Tak pernah sedikitpun dia menyerah.

Duduk di bangku kelas XII di sebuah Sekolah Luar Biasa di kotanya, Keynaya tidak pernah absen meraih peringkat dikelas, bahkan guru-gurunya termotivasi dengan sifat pantang menyerah Key. Sejak baru berusia 3 tahun, Keynaya sudah bersahabat dengan anak tetangganya yang bernama Nayra Amrita, Nayra anak seorang direktur bank swasta di kota mereka. Nayra cantik, pinter dan secara fisik Nayra kelihatan sempurna.

***
Seperti sore ini, Nayra sudah nangkring di rumah Key. Dia berbincang-bincang dengan Key, sambil menemani sahabatnya itu melukis.
“Key, lukisan kamu bagus banget, nanti kamu ngadain pameran tunggal ya, biar semua orang tau bakat kamu”, kata Nayra membuka pembicaraan. 
“Hah”, Key mendesah pelan lalu mulai bicara, “Seandainya aku bisa Nay, pasti sudah aku lakukan, tapi apa daya, aku ini gak sempurna, seandainya aku mendapat donor kornea, dan aku bisa melihat, mungkin aku bahagia dan akan mengadakan pameran lukisan-lukisanku ini” ucap Keynaya dengan kepedihan.
“Suatu hari nanti Tuhan akan memberikan anugrahnya kepadamu, sahabat, pasti akan ada yang mendonorkan korneanya untuk seorang anak sebaik kamu,” timpal Nayra akhirnya.

Berbeda secara fisik, tidak pernah menjadi halangan di dalam jalinan persahabatan antara Nayra dan Keynaya, kemana pun Nayra pergi, dia selalu mengajak Key, kecuali sekolah tentunya, karena sekolah mereka berdua kan berbeda.

Sedang asik-asiknya dua sahabat ini bersenda gurau, tiba-tiba saja Nayra mengeluh,
“aduuh, kepala ku”
“Kamu kenapa Nay, sakit??” tanya Keynaya.
“Oh, ngga aku gak apa-apa Key, Cuma sedikit pusing saja”, ucap Nayra sambil tersenyum.
“Minum obat ya Nay, aku gak mau kamu kenapa-napa, nada bicara Key terdengar begitu khawatir.
“aku ijin pulang dulu ya Key, mau minum obat” ujar Nayra sambil berpamitan pulang.

Di kamarnya yang terkesan sangat elegan, nuansa coklat mendominasi di setiap sudut ruangan, Nayra terduduk lemas di atas ranjangnya,
“Ya Tuhan, berapa lama lagi usiaku di dunia ini?? Berapa lama lagi malaikatmu akan menjemputku untuk menghadapmu?” erang hati Nayra.
Di vonis menderita leukimia sejak 7 bulan lalu dan tidak akan berumur lama lagi sungguh menyakitkan bagi Nayra, usianya yang baru 18 tahun, dengan segudang cita-cita yang dia inginkan, sudah pasti tak satupun akan terwujud.

***
Pintu kamar Nayra tiba-tiba terbuka, seorang wanita cantik paruh baya masuk lalu duduk disampingnya. 
“Gimana rasanya sayang? Masih gak enak?? Kita ke dokter sekarang yuk!!!” ujar wanita itu dengan lembutnya.
“ngga usah, ma, aku sudah enakan kok, aku cuma mau beristirahat saja”, jawab Nayra dengan sopan. 
“ya sudah kalau begitu, mama tinggal dulu ya, istirahat ya, Nak,” ujar sang mama sambil mencium kening putri semata wayangnya.
“Makasih ma, aku selalu sayang mama,” lirih Nayra berujar.
Terus terang Nayra sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya, tapi dia berusaha menyembunyikan itu dari orang tuanya.

Di ruang keluarga, ibu Rita, duduk sambil menemani sang suami sepulangnya dari kantor,
“Ma, Nayra kemana?? Kok papa gak melihatnya dari tadi?” tanya sang suami.
“Nayra lagi istirahat pa, dia pusing dan mengeluh sakit dari tadi”, jawab Rita.
“Sakit apa sebenarnya anak kita ma?? Kalau kita ajak ke dokter dia selalu menolak, papa rasa ada yang dia sembunyikan dari kita, aku takut penyakitnya parah,” dengan nada khawatir pak Artawan bicara dengan istrinya. 
“entahlah pa, mama juga bingung” ujar istrinya lagi.

***
Ternyata sakit yang dirasakan Nayra sore itu adalah pertanda dia akan segera di panggil menghadap Tuhan, saat minta ijin untuk istirahat pada mamanya, kesehatan Nayra benar-benar drop, dengan panik kedua orang tua Nayra melarikan putrinya ke rumah sakit, setelah mendapat penanganan oleh tim dokter, Nayra sedikit terlihat tenang, namun mukanya terlihat pucat, sinar matanya terlihat begitu redup.
“Pak Artawan, bisa kita bicara sebentar di ruangan saya”, kata dokter Gunawan, yang juga merupakan dokter pribadi keluarga Artawan.
“Baiklah dok, “ sambut pa Artawan.

Setelah pak Artawan dan ibu Rita duduk di ruangan dokter Gunawan, mereka akhirnya mulai bicara, 
“Maafkan saya sebelumnya pak, sebenarnya saya sudah tau penyakit yang diderita putri bapak sejak 7 bulan lalu, tapi karena putri bapak menyuruh saya merahasiakan penyakitnya kepada bapak dan ibu, saya gak bisa berbuat apa-apa. Putri bapak terkena leukimia,” ujar dokter Gunawan lirih.

Cukup lirih memang kata-kata dokter Gunawan, tapi mampu membuat jantung pak Artawan dan istrinya berdetak lebih cepat dari biasanya,
“Apa?? Leukemia? Separah apa dok??” keras nada suara pak Artawan.
“sudah parah pak, umur Nayra tidak akan lama” sambung dokter kembali.
Setelah berbicara lama dengan dokter, air mata tak pernah berhenti mengalir di pipi Rita. Dia begitu terpukul mendengar putrinya menderita penyakit itu.
“udah, ma, jangan nangis terus, pengobatan Nayra akan diusahakan, kita akan mengusahakan kesembuhannya, lebih baik kita berdoa, semoga Tuhan memberikan jalan terbaik buat keluarga kita”, hibur pak Artawan.
“mari kita tengok Nayra!!” ajaknya lagi.

Memasuki ruangan perawatan, ibu Rita berusaha menyembunyikan air matanya, dia tersenyum penuh kepedihan di samping ranjang putrinya,
“Mama, kenapa? Kok sedih begitu?” ujar Nayra lirih.
“Gak apa-apa sayang”, berbisik ibu Rita tak kuasa menahan air matanya.
“Maafkan Nayra, Ma, Pa, Nayra tak bermaksud membuat Mama dan Papa terluka seperti ini, Nayra hanya tak ingin menyusahkan kalian” Nayra berkata dengan terbata-bata.

Belum ada beberapa menit pak Artawan dan ibu Rita di kamar putrinya, tiba-tiba Nayra kejang-kejang. Dengan panik pak Artawan memanggil dokter Gunawan. Dokter Gunawan menangani Nayra lumayan lama, hingga akhirnya dokter Gunawan keluar, muka beliau kelihatan sangat sedih.
“Bagaimana anak saya, dok?” tanya pak Artawan.
“Maaf pak, kami disini sudah berusaha yang terbaik, tapi Tuhan berkehendak lain, Nayra sudah dipanggil menghadapNya” ucap dokter.
“Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk”, teriak ibu Rita isteris,“ Nayra tidak mungkin meninggal, Nayra masih hidup,” seluruh pengunjung rumah sakit menoleh ke arah mereka.
“Pak, sebelum meninggal, Nayra menitipkan ini ke saya, ini buat bapak dan ibu” imbuh dokter Gunawan sebelum mohon diri.

Sepeninggal Dokter Gunawan, pak Artawan dan istrinya membuka amplop kecil dari Nayra, isinya ternyata surat.
“Mama, papa, maafin Nayra sudah membuat mama dan papa jadi sedih, Nayra mohon sama mama dan papa, setelah Nayra meninggal, tolong berikan kornea mata Nay untuk Keynaya, tapi jangan bilang itu dari Nayra sebelum Keynaya benar-benar operasi dan bisa melihat lagi, dan satu lagi, mama tolong kasih Keynaya surat yang Nayra simpan di laci meja belajar Nayra yang amplopnya berwarna pink setelah Keynaya melihat nanti, dan surat buat mama dan papa ada di dalam amplop biru di laci yang sama. Sekian dulu Mama, papa, maaf kalau Nayra selalu ngerepotin kalian, Nayra sayang kalian, big kis & hug.. muacch”..
Nayra Amrita

Selain sepucuk surat itu, ada lagi sebuah surat pernyataan pendonoran kornea mata yang telah lengkap dengan tanda tangan Nayra. Hati orang tua Nayra tersayat, tapi tak ada yang bisa mereka lakukan selain memenuhi permintaan terakhir sang anak.

***
Sementara itu, di rumah Keynaya, tampak gadis cantik itu tengah duduk seorang diri di teras rumahnya. Wajahnya tampak sedikit murung,
“kemana si Nayra, sudah lebih dari 5 hari dia gak main ke sini, apa dia baik-baik saja?” gumamnya.
“Ma, Nayra pernah kesini gak dalam beberapa hari ini?” tanya Keynaya ke pada mamanya.
“Gak ada, Key, memang kenapa?” tanya sang mama.
“Gak apa-apa ma, aku ke rumah Nayra sebentar ya!!” Key meminta ijin ke mamanya.

Tapi diluar dugaan, mama Keynaya melarangnya pergi.
“Jangan Key, kita harus ke rumah sakit sekarang juga, tadi mama ditelepon sama pihak rumah sakit, katanya ada yang menyumbangkan korneanya khusus untuk kamu,” dengan tutur kata yang lembut mamanya menjelaskan.
“Yang bener, Ma? Key sudah dapat donor kornea?? Asik-asik, Key akan segera bisa melihat wajah Nayra, Key bisa segera menggelar pameran lukisan,” ucap Key berapi-api.
“Iya nak” jawab mamanya penuh kepedihan. “seandainya kamu tahu sayang, Nayra tak mungkin ada disamping kamu lagi, Nayra sudah tenang dialam sana, dan seandainya kamu tahu siapa orang yang mendonorkan korneanya untuk kamu” kata ibu Rasti dalam hati.

Waktu berjalan begitu cepat, operasi cangkok kornea sudah dilaksanakan dan sekarang adalah hari yang paling ditunggu-tunggu Keynaya, perban di matanya akan di buka, tim dokter beserta kedua orang tua Key sudah ada di ruangan Key. Sebelum perbannya di buka, Keynaya berujar,
“Ma, Pa, Nayra sudah datang?? Ku ingin sekali ada Nayra di sini pas aku bisa melihat”
“belum sayang, Nayra masih diluar kota” pedih rasanya hati ibu Rasti saat berujar.

Perban akhirnya di buka, samar-samar penglihatan Keynaya mulai melihat warna, melihat sosok kedua orang tuanya, dia tersenyum, semakin lama semakin jelas,
“Mama, papa aku bisa melihat kalian,” gembira sekali suara Keynaya.

***
Sudah 1 minggu semenjak Keynaya bisa melihat, hari ini dia memaksa ibunya agar diperbolehkan melihat Nayra, mengujungi Nayra,
“Kata mama Nayra sudah ada di rumah, berarti Key boleh main donk Ma, Key pingin ngajak Nayra jalan-jalan buat merayakan kesembuhan Key,”
“Iya, nak, mama sama papa temenin kamu ya!!”

Berbeda beberapa rumah antara Nayra dan Keynaya merupakan hal yang membahagiakan, tidak perlu capek-capek bermacet-macet ria di jalanan untuk mengunjunginya. Sesampai di rumah Nayra mereka disambut ramah oleh keluarga Nayra yang kebetulan lagi ada di rumah.
“Selamat sore tante Rita’” sapa Keynaya dengan senyum sumringah.
Setelah di persilahkan duduk dan menikmati hidangan ala kadarnya, Keynaya menanyakan keberadaan sahabat karibnya,
“mana Nayranya tante?? Kok gak kelihatan ada di rumah?”
“Nayranya… Nayra.. Nayra..” dengan terbata-bata ibu Rita menjawab.
“Nayra kenapa tante, kemana?? Nayra tidak apa-apa kan?” bertubi-tubi Keynaya bertanya.

Ibu Rita tak kuasa menjawab, beliau meninggalkan tamunya di ruang tamu dan berlari naik ke kamar Nayra, mengambil sepucuk surat yang dititipkan Nayra untuk Keynaya. Ibu Rita kembali ke ruang tamu dengan sepucuk surat di tangan,
“ini dari Nayra untuk kamu” ujarnya berlinang air mata kepada Keynaya.

Dengan tangan gemetar Keynaya membuka amplop berwarna pink yang cantik itu, ada pita pink juga di sudut amplonya.

Dear Keynaya

“Keynaya sayang, sahabatku yang paling baik, apa kabar hari ini?? Baik-baik sajakah?? Sehat-sehat?? Semoga sehat ya!! Key, saat kau membaca surat dari aku ini, mungkin aku sudah tak ada lagi di dunia ini, tak ada di samping kamu, tak bisa menemani kamu bermain, bercanda dan tertawa, maafkan aku ya Key.

Key sayang, sebenarnya aku ingin sekali cerita ke kamu tentang penyakitku, tapi aku takut membuat kamu kepikiran terus, takut buat kamu gelisah. Sebenarnya aku terkena penyakit leukemia, Key dan umurku tidak akan lama lagi.

Key sayang, meskipun aku telah pergi dari sisi kamu, tapi rasa sayang aku ke kamu tak akan pernah berubah, kamu sahabat terbaik di hidupku, kamu tempatku berkeluh kesah, tempatku menumpahkan suka dan duka. Key, ku tahu saat kau membaca ini, kau sudah bisa melihat indahnya dunia, sengaja ku berikan mataku untuk kamu Key, hanya itu yang bisa aku berikan, jaga mata itu seperti kau menjaga persahabatan kita.

Segitu dulu Key, maafkan aku karena harus pergi meninggalkanmu, terima kasih karena sudah memberikan aku arti selama hidup di dunia. Sampai ketemu suatu saat nanti Key, aku sayang kamu sahabatku.
Kiss and big hug my lovely friend, my best friend in my life….muaaachh…

Dariku yang selalu menyayangimu
Nayra Amrita

Air mata mengalir deras di pipi Keynaya,
“ini tidak mungkin” katanya lirih. Dia menangis sejadi-jadinya. Dia benar-benar tak percaya, sahabatnya sudah kembali ke pangkuan Tuhan, Keynaya menatap selembar foto yang juga ada di dalam amplop surat tadi, foto Nayra tersenyum manis ke arahnya, mata Nayra yang teduh, sekarang ada padanya. Keynaya meminta agar kedua orang tua Nayra mengantarnya ke kuburan.

Lumayan jauh dari rumah Nayra, kaki Keynaya lemah, tapi dia berusaha mengikuti langkah kaki orang tuanya dan orang tua Nayra ke sebuah makan yang begitu tertata rapi, taburan bunga masih segar, tanah pekuburannya juga masih basah.
Sebuah Nisan yang begitu cantik dihadapan Keynaya, membuatnya semakin terluka, jelas tersurat di batu nisan berwarna putih itu nama sahabat karibnya.

“Nayra Amrita Artawan”
Lahir 8 Januari 1994
Wafat 14 April 2011

Berjongkok Keynaya membelai nisan itu, gerimis turun membasahi nisan, semakin lama semakin deras, sederas airmata yang jatuh di pipi Keynaya,
“kenapa secepat ini kau tinggalkan aku, Nay?? Tega kamu?? Meninggalkan aku seorang diri disini.” Nayra, terima kasih sayang, kau telah memberikan aku sepasang mata untuk melihat dunia ini, terima kasih karena telah mengajariku tentang ketulusan sebuah persahabatan, terima kasih atas senyum termanis yang pernah kau hadirkan di hidupku” ucap Keynaya sambil terisak lirih di atas nisan.

Tangan lembut ibu Rasti terulur ke arah putrinya,
“Bangun Key, sudah, ikhlaskan saja Nayra, dia sudah tenang di sana, dia sudah berada di pangkuan Tuhan, yang harus kamu tahu, Nayra tak pernah ingin kamu cengeng, kamu harus tetap semangat menjalani hidup kamu,” bimbing ibu Rasti.
“iya ma, terima kasih, aku hanya sedih saja, tapi aku janji gak akan cengeng lagi setelah hari ini”, kata keynaya.

***

Sebuah Kisah Persahabatan yang sangat mengharukan, hingga Pino sampe nangis pas bacanya :’( . Cerita Pendek Sedih tentang Persahabatan yang bisa kita ambil hikmahnya tentang sebuah Persahabatan yang Sejati. Disalin Arie Pinoci sumber Facebook Van Chibenk Cuphu 21 Mei.

Original Posted by : ADMIN

Komentar anda sangat membantu perkembangan blog ini!!


PERMINTAAN SEBUAH DIARY




Cerpen Awaliya Nur Ramadhana
Hari yang melelahkan dengan teriknya matahari dan sapuan udara bercampur debu. Daun-daun berguguran lalu terbang tersapu angin. Terlihat sesosok gadis kecil duduk termenung di kursi taman pusat kota. Terdengar teriakan seseorang dari arah belakang gadis itu.
“Dilla…!” Teriakan itu membuat gadis kecil yang ternyata bernama Dilla itu terkejut dan langsung membalikkan tubuhnya.
“Dilla..!!” teriak orang itu lagi. Setelah dia melihat orang yang memanggilnya itu, mukanya tiba-tiba memerah dan sepertinya ada rasa geram darinya.
“Dilla, kamu ke mana saja, Nak? Ayah mencarimu dari tadi pagi. Kenapa tiba-tiba kamu kabur?” Tanya orang itu yang ternyata adalah ayah Dilla sendiri. Dilla tetap diam. Wajahnya tetap murung dengan sedikit tatapan sinis. Ayahnya mencoba bicara lagi.
“Ayolah, Nak. Beritahu Ayah. Kamu mau apa?” Sang ayah terus membujuknya untuk bicara. Perlahan wajah Dilla mulai kelihatan tenang. Dan ia pun mulai bicara.
“Ayah nggak akan pernah tau apa yang kuinginkan, karena Ayah nggak pernah perhatiin aku. Ayah nggak akan pernah mengerti dan sampai kapanpun Ayah tak

akan bisa mewujudkannya!” ucap Dilla. Ia mengatakan semua yang ada di benaknya. Perasaan yang dulu ia pendam. Dan sekarang perasaan itu sudah memuncak dan tak dapat dikendalikan lagi.
Ayah merengut dan tiba-tiba memarahi Dilla.
“Apa sih yang kamu mau? Ayah sudah memberikan semua yang kamu minta. Pakaian, handphone, laptop, accessories dan barang-barang lainnya yang Ayah rasa kamu tidak gunakan. Sekarang kamu mau apa? Ayah capek… capek… ngeladenin kamu!”
Mendengar ucapan ayahnya, sakit hati Dilla semakin menjadi-jadi. Perlahan air matanya keluar. Tetes demi tetes menggambarkan kehidupannya yang kelam.
“Kalau Ayah memang tak mau ngurusin aku, mendingan Ayah buang saja aku. Biar Ayah nggak capek lagi dan bisa senang-senang dengan kehidupan Ayah yang nggak jelas itu!” Semuanya ia ungkapkan saat itu juga dan akhirnya ia lari pergi meninggalkan Ayahnya.
“Dilla…!!” teriak ayahnya yang lari mengejarnya.
Larian panjangnya tiba-tiba berhenti di depan sebuah rumah kecil yang tak layak huni. Langkah kakinya bagaikan tersedot rumah itu. Ia mencoba mengetuk pintu rumah itu.Namun tak ada orang yang membukakannya. Ia terus mengetuk pintu itu berkali-kali. Namun tetap tak ada jawaban.
 Akhirnya ia mencoba membuka pintu itu. Pintunya tidak dikunci. Ketika ia melihat ke dalam rumah itu, betapa terkejutnya ia. Ia melihat seorang wanita tergeletak tak sadarkan diri dari  balik dinding rumah itu.
“Bunda…Bunda…!!” teriaknya dengan air mata yang terus menetes.
“Bunda..!Bangun Bunda..! Bangun…” Dilla mencoba menyadarkan wanita yang ternyata ibunya. Ibunya Dilla tetap tidak sadarkan diri. Dilla pun mulai putus asa. Ingin rasanya ia membawa ibunya ke rumah sakit. Namun, ia tidak bisa membawa ibunya sendirian. Dan walaupun ia lakukan itu, yang pasti ibunya akan marah dengannya. Akhirnya, ia merawat ibunya di rumah itu, hingga ibunya sembuh.
^_^
Sudah dua hari Dilla menginap di rumah itu. Namun ayahnya tak kunjung menjemputnya. Ada dua alasan yang mungkin terjadi dengan ayahnya hingga ayahnya tidak bisa menjemputnya. Yaitu, satu; karena ayahnya tidak tau rumah ini. Dua; karena ayahnya sibuk dengan pekerjaannya.

Di rumah kecil itu, Dilla lebih merasa ceria. Karena ia merasa tidak kesepian. Di rumah itu, ia mempunyai teman ngobrol, mencurahkan isi hatinya, berbagi suka dan duka, tertawa bersama dan hal-hal menarik lainnya. Ketimbang di rumah besar yang sunyi, sepi, senyap, hanya bertemankan harta yang tidak berguna.

Ibu Dilla sudah sembuh. Dilla pun berpamitan dengan ibunya. Ia takut ayahnya akan marah besar kalau ia tak kunjung pulang. Ia merasa tersiksa dengan perceraian kedua orang tuanya yang berakibat buruk terhadap masa depannya.

Sesampainya di rumah, Dilla langsung masuk ke kamarnya, menguncinya, dan seperti biasa, ia mencurahkan isi hatinya dalam buku harian.

Malam harinya, ayah Dilla pun pulang. Ia langsung menuju kamar Dilla untuk memastikan anaknya itu sudah pulang atau tidak.
Ketika pintu kamar Dilla dibuka, Dilla pun spontan terkejut, ia langsung menyembunyikan buku hariannya.
“Dilla.. Kamu sudah pulang, Nak. Kamu ke mana aja kemarin? Kenapa nggak bilang sama Ayah?” sang Ayah mencoba menginterrogasi Dilla.
“Nginep rumah teman, Yah.” Jawab Dilla singkat.
“Kenapa kamu nginep rumah teman? Emangnya kamu nggak punya rumah?” Tanya ayah dengan nada pelan.
“Ayah! Aku kesepian di rumah ini. Aku tidak merasa bahagia dengan semua harta yang Ayah berikan. Aku cuma minta perhatian dan kasih sayang kedua orang tuaku. Dan kalian selaluu ada di sampingku. Tapi Ayah tidak pernah mengerti apa maksudku!” bentak Dilla. Emosinya memuncak drastis.
 “Terus apa maumu?! Bagaimana Ayah bisa tahu, kalau kamu nggak ngasih tahu Ayah!!” bentak ayah dengan nada tinggi.
Ucapan ayahnya membuat Dilla merasakan sakit yang luar biasa. Sekarang bukan hatinya saja yang sakit, seluruh tubuhnya juga ikut sakit. Dilla merintih kesakitan dan akhirnya pingsan.
Melihat sang anak pingsan, sang ayah langsung membawa Dilla ke rumah sakit. Dan langsung ditangani oleh dokter terhandal.
Sesaat kemudian, dokter keluar dengan wajahnya yang kelihatan pucat. Ayah Dilla pun menghampirinya.
“Penyakitnya kambuh lagi.” Ucap dokter itu.
“Penyakit??” Tanya Ayah Dilla heran.
“Penyakit leukimianya sudah stadium empat!” Lanjut dokter.
Seketika itu pun ayah Dilla terkejut.
Penyakit leukemia? Stadium empat? Batinnya.
“Maaf, Dok. Setahu saya, anak saya tidak pernah mengidap penyakit leukemia. Apalagi sampai stadium empat. Saya tidak mengerti maksud Anda!” Ucap Ayah Dilla.
“Bapak jangan bercanda. Dilla itu pasien lama saya. Sudah 2 tahun ia saya tangani. Kok Bapak sampai tidak tau masalah ini?” Jelas dokter dengan wajah bingung.
Ayah Dilla semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan dokter tersebut.
Sudah 2 tahun? Tapi mengapa Dilla tidak pernah mengatakannya? Batinnya lagi.
“Dok, boleh saya masuk ke dalam? Saya mau jenguk anak saya!” Pinta ayah Dilla sambil mengarahkan telunjuknya ke kamar tempat anak semata wayangnya itu dirawat.

Di dalam kamar itu, ia melihat seorang gadis kecil mempertaruhkan nyawanya melawan sakit yang menderanya. Dimanakah sosok seorang ayah yang dia punya? Mengapa ia tak tau apa yang terjadi dengan anaknya? Apakah batin seorang ayah dengan anaknya tidak terikat? Ditengah lamunannya, ia dibuyarkan oleh secercah suara kecil. Ya, suara Dilla.
“Ayah..” ucapnya lemah.
“Iya, Nak.” Ujar ayahnya sambil meneteskan air mata.
“Ayah.. Aku mau minta sesuatu dari ayah. Aku mau…” Ucapan Dilla semakin lemah. Denyut nadinya semakin cepat. Nafasnya terengah-engah. Dan pada saat itu, detik itu, Dilla menghembuskan nafas terakhirnya sebelum mengatakan keinginannya itu.
Tangisan langsung meluap dari kedua mata sang ayah. Sampai akhir hayat anaknya, ia tidak dapat mengabulkan permintaan anaknya itu.
 Dan sekarang ia tidak tau harus bagaimana. Ia tidak tau apa yang anaknya inginkan. Dan ia tidak tau bagaimana mewujudkannya.
^_^
Dua hari setelah kepergian Dilla, sang ayah terus saja berdiam diri di rumah. Ia sekarang sadar, harta yang paling berharga baginya bukanlah uang tetapi keluarga. Ia pun mencoba mengenang Dilla dengan masuk ke dalam kamar Dilla. Ia membereskan kamar anaknya itu. Ketika ia sedang membereskan tempat tidur, tak sengaja ia menemukan sebuah diary di bawah bantal. Ia pun kemudian membuka diary itu, dan membacanya.

Deardiary…
Aku tak tau apa yang sedang ku alami
Semuanya berubah begitu saja.Perceraian Ayah dan Bunda telah membuatku    
larut dalam kegelapan
Aku tak bisa melihat masa depanku nanti.
Sekarang aku mencoba menahan penyakit leukemiaku. Aku tidak ingin mereka 
mengetahuinya. Aku tidak ingin kedua orang tuaku saling menyalahkan.
Cukup aku yang merasakan sakit ini.

Deardiary…
Ya Allah…
Kenapa Kau berikan cobaan ini kepadaku?
Kenapa Kau memberikan sakit ke Bundaku?
Kenapa Kau buat Ayah melupakanku?
Kenapa aku tidak pernah bisa menjadi orang yang lebih sabar lagi menahan
cobaan ini.
Ya Allah..
Yang hambaMu inginkan cuma satu. Tolong persatukan keluarga kami lagi.
Tolong satukan Ayah dan Bunda agar Ayah bisa merawat Bunda.
Karena mungkin hamba tidak bisa merawat Bunda lagi.
Karena mungkin Kau akan memanggil hamba.
 Jadi hamba mohon, persatukan keluarga hamba.
Ayah… yang Dilla minta selama ini adalah itu.
Dilla minta Ayah menjemput ibu di rumah kecil di bawah jembatan tua.
Dan Dilla ingin Ayah menjaga dan merawat Bunda untuk selamanya. Hingga
akhir hayat.
Amiiinn… Ya Rabbal A’lamin.

Tetesan air mata berjatuhan. Isak tangis meluap. Sekarang.. saat itu juga ayah Dilla pergi menjemput mantan istrinya itu sesuai kehendak Dilla.

Di rumah kecil itu, ia melihat mantan istrinya duduk termenung. Ia pun mendekatinya dan perlahan mengatakan tentang kepergian Dilla.

Mendengar berita itu, sang ibu langsung menangis. Ia tak dapat menerima semua itu. Namun, ia pun tidak bisa mengelak takdir illahi. Sesuai keinginan Dilla, kedua orangtuanya pun bersatu kembali.


Original Posted by : ADMIN

Komentar anda sangat membantu perkembangan blog ini!!


Komentar Sahabat

 

Copyright © - Three'rz'Fourw's / Template Name - U-Special Dark Shadow Edition. All Rights Reserved.
Created and Designer by : akaUTta' | UT2A-WEB.INFO.