Guest Book Three'rz'Fourw's Silahkan Tinggalkan Jejak Disini, Tapi Ingat Jagalah Kesopanan...!!
.:: Happy Blogging ::.
banner
Minggu, 18 November 2012

10 Tanda Pria (Sungguh) Jatuh Cinta




Terkadang perempuan bertanya-tanya apakah pria yang sedang mendekatinya ini benar-benar suka. Banyak kode dan sinyal yang membuat perempuan pusing memikirkan perasaannya. Berikut ini ada sepuluh tanda yang memperjelas semuanya.


1. Dia tersenyum
Tidak hanya ketika dia butuh, tapi sesekali dia kepergok mencuri pandang lalu tersenyum.

2. Dia berbicara panjang-lebar
Biasanya pria bukanlah tipe orang yang cerewet. Tapi itu sebelum mereka menemukan seseorang yang mereka sayangi.

3. Dia memeluk
Jika pria tidak menyukai seorang perempuan, maka dia tidak akan memeluk. Ketika pria melakukannya, berarti dia tahu bahwa Anda adalah orang yang berbeda dengan perempuan lainnya.

4. Dia memberi perhatian yang tulus
Pria yang jatuh cinta ingin mengetahui semuanya tentang perempuan. Kesukaan, kebencian terhadap sesuatu, makanan favorit, dan apa yang bisa membuat Anda tertawa.

5. Dia mau diajak ke mana saja
Jarak sejauh apa pun, pria akan rela asal perempuan yang dicintainya bahagia.

6. Kebiasaan aneh perempuan jadi mengagumkan di matanya
Terkadang perempuan merasa malu karena punya kebiasaan aneh, seperti selalu memonyongkan bibir tanpa sadar ketika kesal. Kebiasaan aneh yang enggan diumbar di publik ini, di mata pria yang mencintai Anda, justru menjadi daya tarik siapa diri Anda sejatinya.

7. Daya tarik kalian luar biasa
Ketika pria yang dekat dengan Anda benar-benar jatuh cinta, Anda pasti akan mendapati banyak kesamaan. Dan ketika kalian bersama, ikatan kesamaan tersebut menjadikan hubungan lebih kuat.

8. Dia suka menghabiskan waktu dengan Anda
Tidak masalah apa yang Anda kerjakan, sepanjang kalian bersama, maka dia akan suka.

9. Dia bersedia berkompromi
Pria yang benar-benar mencintai Anda bersedia mengorbankan waktu dan tenaga untuk perempuan yang dikasihinya.

10. Dia mulai membuat rencana masa depan
Dengan Anda tentunya.

Original Posted by : ADMIN

Komentar anda sangat membantu perkembangan blog ini!!


Tanda - tanda Wanita Jatuh Cinta




Tanda - tanda Wanita Jatuh Cinta - Mungkin tak banyak yang tahu kapan dan bagaimana wanita jatuh cinta karena terkadang hal ini sangat sulit ditebak. Tapi pada dasarnya, ada beberapa perubahan yang terjadi pada diri kita saat kita benar-benar jatuh cinta.

Simak ciri-ciri berikut ini dan perhatikan. Apakah kamu benar-benar sedang dilanda jatuh cinta atau tidak.


Tak Pernah Berhenti Mikirin Dia
Tentu saja, kalo kamu sedang jatuh cinta, pikiranmu tak akan pernah bisa lepas dari namanya. Meskipun saat itu kamu sedang berkonsentrasi untuk berpikir dalam sebuah ujian atau tes tertentu, otak kamu bisa saja tetap ingat dia dan selalu nyebutin namanya di dalam hati.

Makanya nggak jarang kita lihat cewek yang senyum-senyum sendiri dengan wajah yang berseri-seri ketika sedang jatuh cinta.

Karena otak yang selalu mikirin dia, kamu juga secara nggak sadar bakalan sering banget cerita tentang dia kepada siapapun, teman, saudara, tetangga atau bahkan orangtua.

Setiap kali berbincang topik apapun dan ada sedikit celah untuk kamu ingat dia, maka kamu juga akan mengarah untuk membicarakan dia dan bagaimana si dia kepada lawan bicaramu. Bahkan terkadang kamu sampe ga sadar kalo kamu sudah terlalu banyak cerita tentang tu cowok ke orang lain.

Nafsu Makan Menurun
Kalo sampe kamu kurang doyan makan dan terlihat lebih kurus padahal kamu sedang bahagia, itu salah satu ciri kalo kamu sedang menjadi salah satu dari wanita jatuh cinta.

Ya, saking bahagianya dengan rasa cinta itu serta hubungan yang sudah kamu bangun bersama si dia, kamu bisa sampai nggak begitu doyan makan. Karena perasaan yang begitu bahagia, perutmu jadi nggak masalah kalau harus menerima makanan yang sedikit.

Bahkan terkadang karena saking bahagianya, lidahmu sampe ga bisa buat mengunyah makanan banyak-banyak. Ini bukan karena kamu sedang ingin diet tapi memang perasaan bahagiamu benar-benar mempengaruhi nafsu makan. 

Selalu Ceria, Bersemangat dan Selalu Pengen Ketemu
Kebanyakan wanita jatuh cinta selalu terlihat lebih ceria dan bersemangat dari pada biasanya. Setiap hari, wajahnya akan terlihat berseri-seri sebagai gambaran kalau sedang bahagia.

Setiap wanita juga akan lebih bersemangat untuk melakukan aktivitasnya ketika sedang jatuh cinta. Apalagi, kalau aktivitas tersebut bakal memberi kesempatan untuknya bertemu sang pujaan hati.

Karena perasaan bahagia itu, kamu selalu ingin pergi keluar, ke tempat-tempat dimana kamu sering melihatnya dan berharap kamu bakal ketemu dia lagi.

Bahkan, kalo wanita jatuh cinta, ketika lewat di area dekat rumah si cowok, matanya akan lebih tajam melihat ke sekeliling dan berharap bakal ada sesosok pujaan hati di sekitar sana.



Original Posted by : ADMIN

Komentar anda sangat membantu perkembangan blog ini!!


Mengapa Waktu Kita Selalu Salah



Oleh : Reinz A.F

Selama dua tahun ku menunggumu.Namun knp.? Disa'at q punya kesempatan tuk memilikimu..Selalu ada halangan.

5 tahun yg lalu..
Itu adalah waktu pertama kalinya gw menginjak kelas 1 SMP di SMPN 02 Batu.Sa'at itu mungkin emang penampilan q kayak orang culun..Gk keren sama sekali..Dulu gw sangat diremehin ma tmen" and sering dikerjain..mungkin karna sifat pendiam q lah yg menjadi alasan knp mereka selalu mengerjai gw..hmm namun karna kebiasaan itulah..gw pertama kalinya kenal sama seorang cewe cantik.Namanya Larasshanty..Dia adalah seorang cewe yang kuat dan tegar..Dia beda ma cwe yg lain,Stiap q dikerjain dia selalu memperhatikan gw..mungkin karna gw gk pernah ngelawan..jujur bukannya gw adalah seorang pecundang
ataupun penakut..namun alasan gw selalu mengalah karna  menurut gw"melawan hanya akan mendatangkan masalah".Bisa saja karna gw melawan nti malah Rumit msalahnya.Bahkan bisa memancing keributan,gw sangat benci ma kekerasan.krn bagi gw kekerasan hanya akan menyakiti orang lain dan gk kan pernah bisa menyelesaikan masalah.

Selama 3 bulan lebih gw trs di kerjain..Namun  gw sangat heran,pertama kalinya itulah ada seorang cwe yg peduli ma gw.Laras datang kw rumah gw,jujur gw sangat kaget akan kedatangannya.Lalu,gw ajak dia dia ngobrol di taman rumah.nah,disitulah gw kagum ma dia and langsung merasakan jatuh cinta.Dia memberiku semangat dan mendorong gw utk tidak trlalu lembek atau terlalu bnyk mengalah.Sejak itu,tiap gw dikerjain gw slalu melawan dan melawan,dan akhirnya kejadian yg sangat gw benci datang.mereka menantang gw utk duel.ya begitulah,Anak Zaman sekarang hanya bisa mengandalkan kekerasan.Hmm,gw tolak ajakan mereka.namun gw langsung terbawa emosi stelah mereka mengolok nama ortu gw..nah disa'at itulah pertama kalinya gw berkelahi.mungkin saking emosinya mpe gw gk sa kontrol and akhirnya gtw knp gw menyerang daerah vitalnya.Hingga mereka tersungkur and akhirnya lari..namun Bukannya gw gk knp".y gt deh kek orang habis berkelahi,Muka gw bonyok abiz,malahan gigi gw ada yg copot satu,..hehehe..


Selama berbulan bulan gw sahabatan ma Laras.akhirnya gw gk tahan memendam perasaan gw ma dia.Di malam ultah gw.gw tembak dia..Emang sih cinta pertama,apalagi cara gw nembak gw gk cocok mungkin ea atau AlAY gt hehehe..Gw mengira low gk mungkin laras yg cantik and anak orang kaya sa terima gw yg dah Jelek,Culun,sederhana..namun gw kaget stelah dia terima CINTA gw..Jujur gw sangat seneng bgt..Hmm CINTA pertama Emang indah Sob..gw tanya alasan dia menerima gw..dia jawab"Aq menerimamu bukan karena Tampang,ataupun Hartamu.Namun,karna Ketulusan cintamu dan Allah.Aq yakin kamu bisa merubah penampilanmu menjadi keren"..(gw gk mungkin nyeritain Cerita Detailnya kan.!!Coz sangat panjang bgt low di tulis.hehehe)

nah sejak itulah gw berusaha mengubah penampilan gw mpe sekarang nih..kami menjalani hari" kami dengan kebahagiaan yg luar biasa..Dia selalu memberi gw kebahagian..Hmmm,gk terasa kami menjalani hubungan tuh selama tiga tahun..namun stelah lulus SMP gw gk pernah dpt kabar lagi dari dia..gtw knp..Namun stelah gw menginjak di SMK selama 2 minggu.dia kembali menemui gw.namun gw heran..Wajahnya begitu Pucat dan beda sperti biasanya.Tiap gw tanya dia hanya bilang Low dia cuman sakit Ringan.tapi,tiap ktemu..Dia sering pingsan.kekhawatiran mulai melanda kehidupan gw..Dia pun akhirnya dibawa ortunya ke jakarta utk pengobatan.Namun,beberapa minggu kemudian Ortunya datang kerumah sambil membawa sebuah kotak kado.karna cemas and kangen gw tanya ke ortunya"Om,Tante.laras mana..?kok gk kliatan.Dia gpp kan.?"Namun mereka gk menjawab,lalu menyerahkan sebuah kotak kado trsb.Stelah gw terima gw langsung buka kadonya,di dlm kado ada sebuah memory Hp,buku dan sebuah Amplop.di dlm amplop ada sebuah surat.Stelah gw baca gw sangat terpukul.and akhirnya gw langsung jth pingsan.Hmm emang sih sa'at itu rasanya tangisan gw mau meledak..coz di dlm surat itu tertulis..
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dear : Larasshanty
To    : Sayang qw Reinz

Assalamualaikum wr.wb

Say,sebelumnya aqw minta mv karna udach Ninggalin eand tanpa kabar.Sbenernya aqw pergi ke jakarta untuk mengobati penyakit aqw.Sbenernya sejak kls 3 SMP aqw udah mengidap penyakit Kanker Otak.Aqw minta ma'af karna udah bo'ong ke eand.aqw gk mw klo sampe eand khawatir mikirin aqw.
Mungkin Umur qw udah gk kan lama lagi.makanya qw kembali ke Batu karna qw ingin ketemu eand untuk terakhir kalinya.aqw mohon stelah baca surat qw inih,sayang gk sedih dan meneteskan air mata.Aqw yakin suatu sa'at nanti eand kan dapetin seorang cinta yg lebih baik dan sempurna dari aqw.Sepertinya Silvy anaknya baik,ramah.Aqw sangat bahagia klo eand jadian ma dia.aqw sangat takut say,aqw tkut gk kan pernah ketemu eand lagi.:'( aqw tkut say..aqw ingin mengulang hari" kmarin.menjalani khidupan canda,tawa,kebahagiaan bersama eand.seandainya umur aqw msh di kcih kesempatan utk hdup lebih lama.aqw ingin bangets menjalani kehidupan dengan eand tuk slamanya.:'(
aqw minta ma'af say,karna gk sa menjadi mukmin yg baik utk eand.:'( aqw kan kangen ma senyum eand say.dah sayang,baik" disana.meskipun aqw tiada,cinta aqw,kan slalu ada disisi eand karna cinta aqw dan hati aqw hanya utk eand.Jaga diri dan kesehatan ea say.:-( 

're always close to our hearts and our love will last forever
I love you forever:'(
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nah blm sempet liat isi memory HP and Buku Diary gw dah pingsan saking terpukulnya.sejak kehilangan laras hidup gw jadi Hampa.Selama satu bulan lebih gw cuman diam and jarang bicara..Tiap di ajak bicara gw cuman bisa diam..Jujur gw sangat syg ma dia and gw lom siap khilangan dia.namun lama kelamaan gw sadar.Low gw trs"an terpruk kek gt pasti laras Kan sedih di atas sana.nah akhirnya gw putusin bwt liat isi Memory Hp and Buku Diarynya.

Gw seketika nangis terharu krn trnyta di dlm Memory trb bnyk sekali trdpt Video" disa'at kami Kencan and bcanda dlu.Dan di buku diary trpajang bnyk sekali Foto" disa'at kami bahagia and bcanda,dsa'at kami pergi jalan" dan hal" khdupan yg indah.Sejak itu gw brjanji kan selalu mengingat Laras.Tiap di hari ULTAh kami jadian gw rayain brsama" fto" nya sambil mengenang masa Lalu kami,serta nyanyikan lagu" ciptaan kami berdua...


Hmm dari kejadian itulah gw sa mendapat Pembelajaran ttg betapa indahnya Cinta Pertama and cinta sejati.bgaimana rasanya ditinggal oleh orang yg kita sayangi.Sejak sa'at itu gw berusaha untuk menjadi yg terbaik dan Mencapai Mimpi kami berdua..yakni gw jadi Musisi Terkenal.


Jadi sobat pesen gw..Jangan lah pernah sia"in orang" yg kita sayangi kapanpun dan dimanapun..karna kita gk kan pernah tahu kapan Orang yg kita sayangi meninggalkan kita utk selamanya.Karna Kita kan menyesal di belakang klo kita udah menyia"kan waktu untk bersamanya..janganlah pernah mengecewakan cwe karna Cwe merupakan makhluk yg diciptain dgn kasih syg.Mereka dapat merubah kita menjadi lbh baik dan mengerjakan Pekerjaan Laki".Namun sebaliknya,kita gk kan pernah bisa mengerjakan apa yg biasa di kerjakan Cwe..


To Be Continue--->>
                                                                                                          

Original Posted by : ADMIN

Komentar anda sangat membantu perkembangan blog ini!!


Merintih




Oleh Romi Adi Prasetyo

Hari selasa 4 tahun yang lalu. kelas 2 SMP adalah awal aku mengerti apa itu jatuh cinta. well.. kita mulai dari awal saja...
hari itu adalah hari paling suram di bagiku. hidup sendiri, sepi dan di jauhi. mungkin karena aku adalah orang yang mempunyai kelainan pada kakiku. karena itulah aku di angap oleh guruku sebagai anak bawang/ anak ingusan. dan itulah awal penyebab kenapa plend qw membenci dan mengerjai aku. hidup terasa sepi dan yang da hnyalah cemoohan yg berlalu lalang. hinga akhirnya pulang sekolah aku bertemu seorang gadis buta yang menawan hatiku saat itu juga. dan dia dalam bahaya. dia di lecehkan oleh seorang pemuda yang tak dikenal. spontan gua sebagai cwo sejati langsung menghampiri cwe yg dalam bahaya..
gua berusaha menolong dia sekuat tenaga. alhamdulilah allah bersamaku saat itu juga. aku berhasil melindungi gadis cantik dan buta tersebut.. tapi aku gagal melindungi tongkat yang ia gunakan sebagai pengganti pengelihatanya. dengan terpaksa aku mengantarkan dia pulang. sambil mengantar dia pulang aku mencoba brkenalan dengan dia. ternyata dia namanya x. ( sory namanya aku samarin klian akan tau di akhir cerita nanti). setelah brkenalan aku sngt bhgia senang dan berdegub jantung ini . setelah lama brkenalan hubungan kami semakin akrab. kini aku telah mnjadi bagian dari mata dia dan dia telah mnjadi arahan hatiku yang sepi ini. dia sangat baik padaku selalu memberi suport yang baik padaku. aku merasa dia slalu memprhatikn aku. hidupku kini menjadi bhgia. bhkn hinaan tmnku bagaikn tak brarti saat aku mengingat dia. aku brtanya tny. apakah ini jatuh cinta?
malam hari setelah 5 bulan berkenalan. aku beranikn mnembak dia. dan yes!!!! aku ditrima oleh dia. begitu senang hati ini serasa ingin brteriak dengan kencang krna senang. hari2 aku lalui dengan indah dan semangat. aku mrasa bhgia krna tlah mnjadi mata dia. dan dia mnjadi pijakan hatiku untuk melangkah. aku brsyukur setiap saat kepada allah SWT yg membrikn ku kekasih yg baik dan cantik spt dia walau dia buta. namun semua itu sirna semenjak keganjilan demi keganjilan datang. spt dia mulai tidak mau menemuiku. aku bertanya2 pa yg membuat dia spt itu. yg lebih parahnya lgi ktika aku brtemu ke dua ortuny. ortuny marah2 kpdku, dan ortuny mngancam akn menghjarku jka qw mndekti dia. nmun aku tak takut. aku tak gentar oleh ancaman itu. bagiku cintaku tak akan luntur olehnya. itulah yng aku pkirkan saat ini. stelah be2rpa hari tak brtemu aku mlihat dia dlm kondisi normal bs mlihat. brsyukurny dia bs mlihat lgi. namun dia mnangis dn mngatakn bhwa ortuny telah mnjodohkn dia dngan pria lain yg lbih kaya dn lebih tampan dari aku. betapa sedih dan trsayat ati ini bagaikn petir menyambar telingaku. sakit perih dan aku menangis sekencang kncangnya. aku tak prcaya cwe yg aku syanki mningalkn luka di hati ini. aku hancur, trluka, dn tak tahu hrus berbuat apa. kpada siapa aku harus curhat. aku tak punya teman. qw di asingkan. aku spt orang yg kikuk. ya allah brikn selalu ksabaran agar dapat mnerima knyataan bahwa dia sudah mninggalkn aku brsama pria lain. buat kmu semoga bhgia. semoga hidupmu langeng brsamanya. walau hati ini tersayat..

Original Posted by : ADMIN

Komentar anda sangat membantu perkembangan blog ini!!


Kisah Cinta Mengharukan



Andre dan Sherly adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga Sherly berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Andre hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan. 
  
Dalam kehidupan mereka berdua, Andre sangat mencintai Sherly. Andre telah melipat 1000 buah burung kertas untuk Sherly dan Sherly kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Andre telah menuliskan harapannya kepada Sherly. Banyak sekali harapan yang telah Andre ungkapkan kepada Sherly. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi Sherly dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada Sherly. 
  
Suatu hari Andre melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Andre berkata kepada Sherly: 

“Sherly, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “ 
Saat mendengar Andre berkata demikian, menangislah Sherly. Ia berkata kepada Andre: 
“Ndre, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!” 
Saat mendengar itu Andre pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada Sherly. Ia mengatai Sherly matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Dan Akhirnya Andre meninggalkan Sherly menangis seorang diri. 
Andre mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap Sherly dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Andre menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Andre, ia adalah bintang kesuksesan. 
  
Suatu hari Andre pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Andre pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua Sherly. 
  
Andre mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Andre membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua Sherly. 
  
Andre sangat terkejut ketika didapati orang tua Sherly memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto Sherly dalam makam itu. Andre pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam Sherly untuk menemui orang tua Sherly. 
Orang tua Sherly pun berkata kepada Andre: 

”Ndre, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan Sherly yang terkena kanker rahim ganas. Sherly menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.” 
Orang tua Sherly menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Andre. 
Andre membaca surat itu. 

“Ndre, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputus-asaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Ndre, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Ndree……….. “ 
Setelah membaca surat itu, menangislah Andre. Ia telah berprasangka terhadap Sherly begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati Sherly teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa Sherly kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa Sherly mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap Sherly sebagai orang matre tak berperasan. Sherly telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran. 
  
Sungguh sangat mengharukan. Sebuah Cerita Sedih yang amat sangat menyentuh hati. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dibalik Kisah Cinta Andre dan Sherly tersebut, yang merupakan Cerita Cinta Anak Remaja yang Sangat menyedihkan dan mengharukan. 
  
Dari Cerita sedih dan mengharukan yang dikisahkan oleh Andre dan Sherly, dapat di ambil kesimpulan bahwa“Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita”. 


Original Posted by : ADMIN

Komentar anda sangat membantu perkembangan blog ini!!


"Sahabat Terbaik"



"Persahabatan bukan hanya sekedar kata, 
yang ditulis pada sehelai kertas tak bermakna, 
tapi persahabatan merupakan sebuah ikatan suci, 
yang ditoreh diatas dua hati, 
ditulis dengan tinta kasih sayang, 
dan suatu saat akan dihapus dengan tetesan darah dan mungkin nyawa"..

**
“Key… sini dech cepetan, aku ada sesuatu buat kamu”, panggil Nayra suatu sore. 
“Iya, sebentar, sabar dikit kenapa sich?, kamu kan tau aku gak bisa melihat”, jawab seorang gadis yang dipanggil Key dari balik pintu.

Keynaya Wulandari, begitulah nama gadis tadi, meskipun lahir dengan keterbatasan fisik, dia tidak pernah mengeluh, semangatnya menjalani bahtera hidup tak pernah padam. Lahir dengan kondisi buta, tidak membuatnya berkecil hati, secara fisik matanya tidak bisa melihat warna-warni dunia, tapi mata hatinya bisa melihat jauh ke dalam kehidupan seseorang. Mempunyai hoby melukis sejak kecil, dengan keterbatasannya, Key selalu mengasah bakatnya. Tak pernah sedikitpun dia menyerah.

Duduk di bangku kelas XII di sebuah Sekolah Luar Biasa di kotanya, Keynaya tidak pernah absen meraih peringkat dikelas, bahkan guru-gurunya termotivasi dengan sifat pantang menyerah Key. Sejak baru berusia 3 tahun, Keynaya sudah bersahabat dengan anak tetangganya yang bernama Nayra Amrita, Nayra anak seorang direktur bank swasta di kota mereka. Nayra cantik, pinter dan secara fisik Nayra kelihatan sempurna.

***
Seperti sore ini, Nayra sudah nangkring di rumah Key. Dia berbincang-bincang dengan Key, sambil menemani sahabatnya itu melukis.
“Key, lukisan kamu bagus banget, nanti kamu ngadain pameran tunggal ya, biar semua orang tau bakat kamu”, kata Nayra membuka pembicaraan. 
“Hah”, Key mendesah pelan lalu mulai bicara, “Seandainya aku bisa Nay, pasti sudah aku lakukan, tapi apa daya, aku ini gak sempurna, seandainya aku mendapat donor kornea, dan aku bisa melihat, mungkin aku bahagia dan akan mengadakan pameran lukisan-lukisanku ini” ucap Keynaya dengan kepedihan.
“Suatu hari nanti Tuhan akan memberikan anugrahnya kepadamu, sahabat, pasti akan ada yang mendonorkan korneanya untuk seorang anak sebaik kamu,” timpal Nayra akhirnya.

Berbeda secara fisik, tidak pernah menjadi halangan di dalam jalinan persahabatan antara Nayra dan Keynaya, kemana pun Nayra pergi, dia selalu mengajak Key, kecuali sekolah tentunya, karena sekolah mereka berdua kan berbeda.

Sedang asik-asiknya dua sahabat ini bersenda gurau, tiba-tiba saja Nayra mengeluh,
“aduuh, kepala ku”
“Kamu kenapa Nay, sakit??” tanya Keynaya.
“Oh, ngga aku gak apa-apa Key, Cuma sedikit pusing saja”, ucap Nayra sambil tersenyum.
“Minum obat ya Nay, aku gak mau kamu kenapa-napa, nada bicara Key terdengar begitu khawatir.
“aku ijin pulang dulu ya Key, mau minum obat” ujar Nayra sambil berpamitan pulang.

Di kamarnya yang terkesan sangat elegan, nuansa coklat mendominasi di setiap sudut ruangan, Nayra terduduk lemas di atas ranjangnya,
“Ya Tuhan, berapa lama lagi usiaku di dunia ini?? Berapa lama lagi malaikatmu akan menjemputku untuk menghadapmu?” erang hati Nayra.
Di vonis menderita leukimia sejak 7 bulan lalu dan tidak akan berumur lama lagi sungguh menyakitkan bagi Nayra, usianya yang baru 18 tahun, dengan segudang cita-cita yang dia inginkan, sudah pasti tak satupun akan terwujud.

***
Pintu kamar Nayra tiba-tiba terbuka, seorang wanita cantik paruh baya masuk lalu duduk disampingnya. 
“Gimana rasanya sayang? Masih gak enak?? Kita ke dokter sekarang yuk!!!” ujar wanita itu dengan lembutnya.
“ngga usah, ma, aku sudah enakan kok, aku cuma mau beristirahat saja”, jawab Nayra dengan sopan. 
“ya sudah kalau begitu, mama tinggal dulu ya, istirahat ya, Nak,” ujar sang mama sambil mencium kening putri semata wayangnya.
“Makasih ma, aku selalu sayang mama,” lirih Nayra berujar.
Terus terang Nayra sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya, tapi dia berusaha menyembunyikan itu dari orang tuanya.

Di ruang keluarga, ibu Rita, duduk sambil menemani sang suami sepulangnya dari kantor,
“Ma, Nayra kemana?? Kok papa gak melihatnya dari tadi?” tanya sang suami.
“Nayra lagi istirahat pa, dia pusing dan mengeluh sakit dari tadi”, jawab Rita.
“Sakit apa sebenarnya anak kita ma?? Kalau kita ajak ke dokter dia selalu menolak, papa rasa ada yang dia sembunyikan dari kita, aku takut penyakitnya parah,” dengan nada khawatir pak Artawan bicara dengan istrinya. 
“entahlah pa, mama juga bingung” ujar istrinya lagi.

***
Ternyata sakit yang dirasakan Nayra sore itu adalah pertanda dia akan segera di panggil menghadap Tuhan, saat minta ijin untuk istirahat pada mamanya, kesehatan Nayra benar-benar drop, dengan panik kedua orang tua Nayra melarikan putrinya ke rumah sakit, setelah mendapat penanganan oleh tim dokter, Nayra sedikit terlihat tenang, namun mukanya terlihat pucat, sinar matanya terlihat begitu redup.
“Pak Artawan, bisa kita bicara sebentar di ruangan saya”, kata dokter Gunawan, yang juga merupakan dokter pribadi keluarga Artawan.
“Baiklah dok, “ sambut pa Artawan.

Setelah pak Artawan dan ibu Rita duduk di ruangan dokter Gunawan, mereka akhirnya mulai bicara, 
“Maafkan saya sebelumnya pak, sebenarnya saya sudah tau penyakit yang diderita putri bapak sejak 7 bulan lalu, tapi karena putri bapak menyuruh saya merahasiakan penyakitnya kepada bapak dan ibu, saya gak bisa berbuat apa-apa. Putri bapak terkena leukimia,” ujar dokter Gunawan lirih.

Cukup lirih memang kata-kata dokter Gunawan, tapi mampu membuat jantung pak Artawan dan istrinya berdetak lebih cepat dari biasanya,
“Apa?? Leukemia? Separah apa dok??” keras nada suara pak Artawan.
“sudah parah pak, umur Nayra tidak akan lama” sambung dokter kembali.
Setelah berbicara lama dengan dokter, air mata tak pernah berhenti mengalir di pipi Rita. Dia begitu terpukul mendengar putrinya menderita penyakit itu.
“udah, ma, jangan nangis terus, pengobatan Nayra akan diusahakan, kita akan mengusahakan kesembuhannya, lebih baik kita berdoa, semoga Tuhan memberikan jalan terbaik buat keluarga kita”, hibur pak Artawan.
“mari kita tengok Nayra!!” ajaknya lagi.

Memasuki ruangan perawatan, ibu Rita berusaha menyembunyikan air matanya, dia tersenyum penuh kepedihan di samping ranjang putrinya,
“Mama, kenapa? Kok sedih begitu?” ujar Nayra lirih.
“Gak apa-apa sayang”, berbisik ibu Rita tak kuasa menahan air matanya.
“Maafkan Nayra, Ma, Pa, Nayra tak bermaksud membuat Mama dan Papa terluka seperti ini, Nayra hanya tak ingin menyusahkan kalian” Nayra berkata dengan terbata-bata.

Belum ada beberapa menit pak Artawan dan ibu Rita di kamar putrinya, tiba-tiba Nayra kejang-kejang. Dengan panik pak Artawan memanggil dokter Gunawan. Dokter Gunawan menangani Nayra lumayan lama, hingga akhirnya dokter Gunawan keluar, muka beliau kelihatan sangat sedih.
“Bagaimana anak saya, dok?” tanya pak Artawan.
“Maaf pak, kami disini sudah berusaha yang terbaik, tapi Tuhan berkehendak lain, Nayra sudah dipanggil menghadapNya” ucap dokter.
“Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk”, teriak ibu Rita isteris,“ Nayra tidak mungkin meninggal, Nayra masih hidup,” seluruh pengunjung rumah sakit menoleh ke arah mereka.
“Pak, sebelum meninggal, Nayra menitipkan ini ke saya, ini buat bapak dan ibu” imbuh dokter Gunawan sebelum mohon diri.

Sepeninggal Dokter Gunawan, pak Artawan dan istrinya membuka amplop kecil dari Nayra, isinya ternyata surat.
“Mama, papa, maafin Nayra sudah membuat mama dan papa jadi sedih, Nayra mohon sama mama dan papa, setelah Nayra meninggal, tolong berikan kornea mata Nay untuk Keynaya, tapi jangan bilang itu dari Nayra sebelum Keynaya benar-benar operasi dan bisa melihat lagi, dan satu lagi, mama tolong kasih Keynaya surat yang Nayra simpan di laci meja belajar Nayra yang amplopnya berwarna pink setelah Keynaya melihat nanti, dan surat buat mama dan papa ada di dalam amplop biru di laci yang sama. Sekian dulu Mama, papa, maaf kalau Nayra selalu ngerepotin kalian, Nayra sayang kalian, big kis & hug.. muacch”..
Nayra Amrita

Selain sepucuk surat itu, ada lagi sebuah surat pernyataan pendonoran kornea mata yang telah lengkap dengan tanda tangan Nayra. Hati orang tua Nayra tersayat, tapi tak ada yang bisa mereka lakukan selain memenuhi permintaan terakhir sang anak.

***
Sementara itu, di rumah Keynaya, tampak gadis cantik itu tengah duduk seorang diri di teras rumahnya. Wajahnya tampak sedikit murung,
“kemana si Nayra, sudah lebih dari 5 hari dia gak main ke sini, apa dia baik-baik saja?” gumamnya.
“Ma, Nayra pernah kesini gak dalam beberapa hari ini?” tanya Keynaya ke pada mamanya.
“Gak ada, Key, memang kenapa?” tanya sang mama.
“Gak apa-apa ma, aku ke rumah Nayra sebentar ya!!” Key meminta ijin ke mamanya.

Tapi diluar dugaan, mama Keynaya melarangnya pergi.
“Jangan Key, kita harus ke rumah sakit sekarang juga, tadi mama ditelepon sama pihak rumah sakit, katanya ada yang menyumbangkan korneanya khusus untuk kamu,” dengan tutur kata yang lembut mamanya menjelaskan.
“Yang bener, Ma? Key sudah dapat donor kornea?? Asik-asik, Key akan segera bisa melihat wajah Nayra, Key bisa segera menggelar pameran lukisan,” ucap Key berapi-api.
“Iya nak” jawab mamanya penuh kepedihan. “seandainya kamu tahu sayang, Nayra tak mungkin ada disamping kamu lagi, Nayra sudah tenang dialam sana, dan seandainya kamu tahu siapa orang yang mendonorkan korneanya untuk kamu” kata ibu Rasti dalam hati.

Waktu berjalan begitu cepat, operasi cangkok kornea sudah dilaksanakan dan sekarang adalah hari yang paling ditunggu-tunggu Keynaya, perban di matanya akan di buka, tim dokter beserta kedua orang tua Key sudah ada di ruangan Key. Sebelum perbannya di buka, Keynaya berujar,
“Ma, Pa, Nayra sudah datang?? Ku ingin sekali ada Nayra di sini pas aku bisa melihat”
“belum sayang, Nayra masih diluar kota” pedih rasanya hati ibu Rasti saat berujar.

Perban akhirnya di buka, samar-samar penglihatan Keynaya mulai melihat warna, melihat sosok kedua orang tuanya, dia tersenyum, semakin lama semakin jelas,
“Mama, papa aku bisa melihat kalian,” gembira sekali suara Keynaya.

***
Sudah 1 minggu semenjak Keynaya bisa melihat, hari ini dia memaksa ibunya agar diperbolehkan melihat Nayra, mengujungi Nayra,
“Kata mama Nayra sudah ada di rumah, berarti Key boleh main donk Ma, Key pingin ngajak Nayra jalan-jalan buat merayakan kesembuhan Key,”
“Iya, nak, mama sama papa temenin kamu ya!!”

Berbeda beberapa rumah antara Nayra dan Keynaya merupakan hal yang membahagiakan, tidak perlu capek-capek bermacet-macet ria di jalanan untuk mengunjunginya. Sesampai di rumah Nayra mereka disambut ramah oleh keluarga Nayra yang kebetulan lagi ada di rumah.
“Selamat sore tante Rita’” sapa Keynaya dengan senyum sumringah.
Setelah di persilahkan duduk dan menikmati hidangan ala kadarnya, Keynaya menanyakan keberadaan sahabat karibnya,
“mana Nayranya tante?? Kok gak kelihatan ada di rumah?”
“Nayranya… Nayra.. Nayra..” dengan terbata-bata ibu Rita menjawab.
“Nayra kenapa tante, kemana?? Nayra tidak apa-apa kan?” bertubi-tubi Keynaya bertanya.

Ibu Rita tak kuasa menjawab, beliau meninggalkan tamunya di ruang tamu dan berlari naik ke kamar Nayra, mengambil sepucuk surat yang dititipkan Nayra untuk Keynaya. Ibu Rita kembali ke ruang tamu dengan sepucuk surat di tangan,
“ini dari Nayra untuk kamu” ujarnya berlinang air mata kepada Keynaya.

Dengan tangan gemetar Keynaya membuka amplop berwarna pink yang cantik itu, ada pita pink juga di sudut amplonya.

Dear Keynaya

“Keynaya sayang, sahabatku yang paling baik, apa kabar hari ini?? Baik-baik sajakah?? Sehat-sehat?? Semoga sehat ya!! Key, saat kau membaca surat dari aku ini, mungkin aku sudah tak ada lagi di dunia ini, tak ada di samping kamu, tak bisa menemani kamu bermain, bercanda dan tertawa, maafkan aku ya Key.

Key sayang, sebenarnya aku ingin sekali cerita ke kamu tentang penyakitku, tapi aku takut membuat kamu kepikiran terus, takut buat kamu gelisah. Sebenarnya aku terkena penyakit leukemia, Key dan umurku tidak akan lama lagi.

Key sayang, meskipun aku telah pergi dari sisi kamu, tapi rasa sayang aku ke kamu tak akan pernah berubah, kamu sahabat terbaik di hidupku, kamu tempatku berkeluh kesah, tempatku menumpahkan suka dan duka. Key, ku tahu saat kau membaca ini, kau sudah bisa melihat indahnya dunia, sengaja ku berikan mataku untuk kamu Key, hanya itu yang bisa aku berikan, jaga mata itu seperti kau menjaga persahabatan kita.

Segitu dulu Key, maafkan aku karena harus pergi meninggalkanmu, terima kasih karena sudah memberikan aku arti selama hidup di dunia. Sampai ketemu suatu saat nanti Key, aku sayang kamu sahabatku.
Kiss and big hug my lovely friend, my best friend in my life….muaaachh…

Dariku yang selalu menyayangimu
Nayra Amrita

Air mata mengalir deras di pipi Keynaya,
“ini tidak mungkin” katanya lirih. Dia menangis sejadi-jadinya. Dia benar-benar tak percaya, sahabatnya sudah kembali ke pangkuan Tuhan, Keynaya menatap selembar foto yang juga ada di dalam amplop surat tadi, foto Nayra tersenyum manis ke arahnya, mata Nayra yang teduh, sekarang ada padanya. Keynaya meminta agar kedua orang tua Nayra mengantarnya ke kuburan.

Lumayan jauh dari rumah Nayra, kaki Keynaya lemah, tapi dia berusaha mengikuti langkah kaki orang tuanya dan orang tua Nayra ke sebuah makan yang begitu tertata rapi, taburan bunga masih segar, tanah pekuburannya juga masih basah.
Sebuah Nisan yang begitu cantik dihadapan Keynaya, membuatnya semakin terluka, jelas tersurat di batu nisan berwarna putih itu nama sahabat karibnya.

“Nayra Amrita Artawan”
Lahir 8 Januari 1994
Wafat 14 April 2011

Berjongkok Keynaya membelai nisan itu, gerimis turun membasahi nisan, semakin lama semakin deras, sederas airmata yang jatuh di pipi Keynaya,
“kenapa secepat ini kau tinggalkan aku, Nay?? Tega kamu?? Meninggalkan aku seorang diri disini.” Nayra, terima kasih sayang, kau telah memberikan aku sepasang mata untuk melihat dunia ini, terima kasih karena telah mengajariku tentang ketulusan sebuah persahabatan, terima kasih atas senyum termanis yang pernah kau hadirkan di hidupku” ucap Keynaya sambil terisak lirih di atas nisan.

Tangan lembut ibu Rasti terulur ke arah putrinya,
“Bangun Key, sudah, ikhlaskan saja Nayra, dia sudah tenang di sana, dia sudah berada di pangkuan Tuhan, yang harus kamu tahu, Nayra tak pernah ingin kamu cengeng, kamu harus tetap semangat menjalani hidup kamu,” bimbing ibu Rasti.
“iya ma, terima kasih, aku hanya sedih saja, tapi aku janji gak akan cengeng lagi setelah hari ini”, kata keynaya.

***

Sebuah Kisah Persahabatan yang sangat mengharukan, hingga Pino sampe nangis pas bacanya :’( . Cerita Pendek Sedih tentang Persahabatan yang bisa kita ambil hikmahnya tentang sebuah Persahabatan yang Sejati. Disalin Arie Pinoci sumber Facebook Van Chibenk Cuphu 21 Mei.

Original Posted by : ADMIN

Komentar anda sangat membantu perkembangan blog ini!!


PERMINTAAN SEBUAH DIARY




Cerpen Awaliya Nur Ramadhana
Hari yang melelahkan dengan teriknya matahari dan sapuan udara bercampur debu. Daun-daun berguguran lalu terbang tersapu angin. Terlihat sesosok gadis kecil duduk termenung di kursi taman pusat kota. Terdengar teriakan seseorang dari arah belakang gadis itu.
“Dilla…!” Teriakan itu membuat gadis kecil yang ternyata bernama Dilla itu terkejut dan langsung membalikkan tubuhnya.
“Dilla..!!” teriak orang itu lagi. Setelah dia melihat orang yang memanggilnya itu, mukanya tiba-tiba memerah dan sepertinya ada rasa geram darinya.
“Dilla, kamu ke mana saja, Nak? Ayah mencarimu dari tadi pagi. Kenapa tiba-tiba kamu kabur?” Tanya orang itu yang ternyata adalah ayah Dilla sendiri. Dilla tetap diam. Wajahnya tetap murung dengan sedikit tatapan sinis. Ayahnya mencoba bicara lagi.
“Ayolah, Nak. Beritahu Ayah. Kamu mau apa?” Sang ayah terus membujuknya untuk bicara. Perlahan wajah Dilla mulai kelihatan tenang. Dan ia pun mulai bicara.
“Ayah nggak akan pernah tau apa yang kuinginkan, karena Ayah nggak pernah perhatiin aku. Ayah nggak akan pernah mengerti dan sampai kapanpun Ayah tak

akan bisa mewujudkannya!” ucap Dilla. Ia mengatakan semua yang ada di benaknya. Perasaan yang dulu ia pendam. Dan sekarang perasaan itu sudah memuncak dan tak dapat dikendalikan lagi.
Ayah merengut dan tiba-tiba memarahi Dilla.
“Apa sih yang kamu mau? Ayah sudah memberikan semua yang kamu minta. Pakaian, handphone, laptop, accessories dan barang-barang lainnya yang Ayah rasa kamu tidak gunakan. Sekarang kamu mau apa? Ayah capek… capek… ngeladenin kamu!”
Mendengar ucapan ayahnya, sakit hati Dilla semakin menjadi-jadi. Perlahan air matanya keluar. Tetes demi tetes menggambarkan kehidupannya yang kelam.
“Kalau Ayah memang tak mau ngurusin aku, mendingan Ayah buang saja aku. Biar Ayah nggak capek lagi dan bisa senang-senang dengan kehidupan Ayah yang nggak jelas itu!” Semuanya ia ungkapkan saat itu juga dan akhirnya ia lari pergi meninggalkan Ayahnya.
“Dilla…!!” teriak ayahnya yang lari mengejarnya.
Larian panjangnya tiba-tiba berhenti di depan sebuah rumah kecil yang tak layak huni. Langkah kakinya bagaikan tersedot rumah itu. Ia mencoba mengetuk pintu rumah itu.Namun tak ada orang yang membukakannya. Ia terus mengetuk pintu itu berkali-kali. Namun tetap tak ada jawaban.
 Akhirnya ia mencoba membuka pintu itu. Pintunya tidak dikunci. Ketika ia melihat ke dalam rumah itu, betapa terkejutnya ia. Ia melihat seorang wanita tergeletak tak sadarkan diri dari  balik dinding rumah itu.
“Bunda…Bunda…!!” teriaknya dengan air mata yang terus menetes.
“Bunda..!Bangun Bunda..! Bangun…” Dilla mencoba menyadarkan wanita yang ternyata ibunya. Ibunya Dilla tetap tidak sadarkan diri. Dilla pun mulai putus asa. Ingin rasanya ia membawa ibunya ke rumah sakit. Namun, ia tidak bisa membawa ibunya sendirian. Dan walaupun ia lakukan itu, yang pasti ibunya akan marah dengannya. Akhirnya, ia merawat ibunya di rumah itu, hingga ibunya sembuh.
^_^
Sudah dua hari Dilla menginap di rumah itu. Namun ayahnya tak kunjung menjemputnya. Ada dua alasan yang mungkin terjadi dengan ayahnya hingga ayahnya tidak bisa menjemputnya. Yaitu, satu; karena ayahnya tidak tau rumah ini. Dua; karena ayahnya sibuk dengan pekerjaannya.

Di rumah kecil itu, Dilla lebih merasa ceria. Karena ia merasa tidak kesepian. Di rumah itu, ia mempunyai teman ngobrol, mencurahkan isi hatinya, berbagi suka dan duka, tertawa bersama dan hal-hal menarik lainnya. Ketimbang di rumah besar yang sunyi, sepi, senyap, hanya bertemankan harta yang tidak berguna.

Ibu Dilla sudah sembuh. Dilla pun berpamitan dengan ibunya. Ia takut ayahnya akan marah besar kalau ia tak kunjung pulang. Ia merasa tersiksa dengan perceraian kedua orang tuanya yang berakibat buruk terhadap masa depannya.

Sesampainya di rumah, Dilla langsung masuk ke kamarnya, menguncinya, dan seperti biasa, ia mencurahkan isi hatinya dalam buku harian.

Malam harinya, ayah Dilla pun pulang. Ia langsung menuju kamar Dilla untuk memastikan anaknya itu sudah pulang atau tidak.
Ketika pintu kamar Dilla dibuka, Dilla pun spontan terkejut, ia langsung menyembunyikan buku hariannya.
“Dilla.. Kamu sudah pulang, Nak. Kamu ke mana aja kemarin? Kenapa nggak bilang sama Ayah?” sang Ayah mencoba menginterrogasi Dilla.
“Nginep rumah teman, Yah.” Jawab Dilla singkat.
“Kenapa kamu nginep rumah teman? Emangnya kamu nggak punya rumah?” Tanya ayah dengan nada pelan.
“Ayah! Aku kesepian di rumah ini. Aku tidak merasa bahagia dengan semua harta yang Ayah berikan. Aku cuma minta perhatian dan kasih sayang kedua orang tuaku. Dan kalian selaluu ada di sampingku. Tapi Ayah tidak pernah mengerti apa maksudku!” bentak Dilla. Emosinya memuncak drastis.
 “Terus apa maumu?! Bagaimana Ayah bisa tahu, kalau kamu nggak ngasih tahu Ayah!!” bentak ayah dengan nada tinggi.
Ucapan ayahnya membuat Dilla merasakan sakit yang luar biasa. Sekarang bukan hatinya saja yang sakit, seluruh tubuhnya juga ikut sakit. Dilla merintih kesakitan dan akhirnya pingsan.
Melihat sang anak pingsan, sang ayah langsung membawa Dilla ke rumah sakit. Dan langsung ditangani oleh dokter terhandal.
Sesaat kemudian, dokter keluar dengan wajahnya yang kelihatan pucat. Ayah Dilla pun menghampirinya.
“Penyakitnya kambuh lagi.” Ucap dokter itu.
“Penyakit??” Tanya Ayah Dilla heran.
“Penyakit leukimianya sudah stadium empat!” Lanjut dokter.
Seketika itu pun ayah Dilla terkejut.
Penyakit leukemia? Stadium empat? Batinnya.
“Maaf, Dok. Setahu saya, anak saya tidak pernah mengidap penyakit leukemia. Apalagi sampai stadium empat. Saya tidak mengerti maksud Anda!” Ucap Ayah Dilla.
“Bapak jangan bercanda. Dilla itu pasien lama saya. Sudah 2 tahun ia saya tangani. Kok Bapak sampai tidak tau masalah ini?” Jelas dokter dengan wajah bingung.
Ayah Dilla semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan dokter tersebut.
Sudah 2 tahun? Tapi mengapa Dilla tidak pernah mengatakannya? Batinnya lagi.
“Dok, boleh saya masuk ke dalam? Saya mau jenguk anak saya!” Pinta ayah Dilla sambil mengarahkan telunjuknya ke kamar tempat anak semata wayangnya itu dirawat.

Di dalam kamar itu, ia melihat seorang gadis kecil mempertaruhkan nyawanya melawan sakit yang menderanya. Dimanakah sosok seorang ayah yang dia punya? Mengapa ia tak tau apa yang terjadi dengan anaknya? Apakah batin seorang ayah dengan anaknya tidak terikat? Ditengah lamunannya, ia dibuyarkan oleh secercah suara kecil. Ya, suara Dilla.
“Ayah..” ucapnya lemah.
“Iya, Nak.” Ujar ayahnya sambil meneteskan air mata.
“Ayah.. Aku mau minta sesuatu dari ayah. Aku mau…” Ucapan Dilla semakin lemah. Denyut nadinya semakin cepat. Nafasnya terengah-engah. Dan pada saat itu, detik itu, Dilla menghembuskan nafas terakhirnya sebelum mengatakan keinginannya itu.
Tangisan langsung meluap dari kedua mata sang ayah. Sampai akhir hayat anaknya, ia tidak dapat mengabulkan permintaan anaknya itu.
 Dan sekarang ia tidak tau harus bagaimana. Ia tidak tau apa yang anaknya inginkan. Dan ia tidak tau bagaimana mewujudkannya.
^_^
Dua hari setelah kepergian Dilla, sang ayah terus saja berdiam diri di rumah. Ia sekarang sadar, harta yang paling berharga baginya bukanlah uang tetapi keluarga. Ia pun mencoba mengenang Dilla dengan masuk ke dalam kamar Dilla. Ia membereskan kamar anaknya itu. Ketika ia sedang membereskan tempat tidur, tak sengaja ia menemukan sebuah diary di bawah bantal. Ia pun kemudian membuka diary itu, dan membacanya.

Deardiary…
Aku tak tau apa yang sedang ku alami
Semuanya berubah begitu saja.Perceraian Ayah dan Bunda telah membuatku    
larut dalam kegelapan
Aku tak bisa melihat masa depanku nanti.
Sekarang aku mencoba menahan penyakit leukemiaku. Aku tidak ingin mereka 
mengetahuinya. Aku tidak ingin kedua orang tuaku saling menyalahkan.
Cukup aku yang merasakan sakit ini.

Deardiary…
Ya Allah…
Kenapa Kau berikan cobaan ini kepadaku?
Kenapa Kau memberikan sakit ke Bundaku?
Kenapa Kau buat Ayah melupakanku?
Kenapa aku tidak pernah bisa menjadi orang yang lebih sabar lagi menahan
cobaan ini.
Ya Allah..
Yang hambaMu inginkan cuma satu. Tolong persatukan keluarga kami lagi.
Tolong satukan Ayah dan Bunda agar Ayah bisa merawat Bunda.
Karena mungkin hamba tidak bisa merawat Bunda lagi.
Karena mungkin Kau akan memanggil hamba.
 Jadi hamba mohon, persatukan keluarga hamba.
Ayah… yang Dilla minta selama ini adalah itu.
Dilla minta Ayah menjemput ibu di rumah kecil di bawah jembatan tua.
Dan Dilla ingin Ayah menjaga dan merawat Bunda untuk selamanya. Hingga
akhir hayat.
Amiiinn… Ya Rabbal A’lamin.

Tetesan air mata berjatuhan. Isak tangis meluap. Sekarang.. saat itu juga ayah Dilla pergi menjemput mantan istrinya itu sesuai kehendak Dilla.

Di rumah kecil itu, ia melihat mantan istrinya duduk termenung. Ia pun mendekatinya dan perlahan mengatakan tentang kepergian Dilla.

Mendengar berita itu, sang ibu langsung menangis. Ia tak dapat menerima semua itu. Namun, ia pun tidak bisa mengelak takdir illahi. Sesuai keinginan Dilla, kedua orangtuanya pun bersatu kembali.


Original Posted by : ADMIN

Komentar anda sangat membantu perkembangan blog ini!!


AKHIR SEBUAH CINTA



Cerpen Erna Gusnita

Apakah ini yang engkau sebut suatu usaha cara kerja cinta. Siang malam memikirkan sang pujaan hati. Merasa senang jika ia memperhatikanmu. Jika ia dekat merasa lengkap sudah kebahagiaanmu, dan ketika ia jauh lengkap sudak penderitaanmu. Bahkan ketika dia dekat sama cewek lain dan cuek samamu, engkau rela menangis bahkan tangismu melebihi ketika kena marah ortumu. Dan kadang ketika engkau ketemu tanpa disengaja engkau ketawa sendiri. Disebut gilapun engkau mau.

Berhati – hatilah dengan cinta, karena cinta bisa membuat engkau rapuh. Bahkan bisa membuatmu seperti orang setengah waras. Cinta itu memang gila, apalagi ketika engkau tertarik sama satu cowok. Bagi engkau dia lah satu –satunya cowokyang sempurna. Tak ada yang bisa menggantikan dia dihatimu. Itulah yang dirasakan Nela, cewek berdarah padang ini rela meninggalkan kota kelahirannya. Ia sudah tak sanggup tinggal lama – lama di padang karena selalu terpikir cowok idamannya. Ia ingin sekali melupakan cowok itu sesuai keinginan cowok itu. Baginya Romi melibihi segala - galanya.


Sekarang Nela sudah berada di Batam. Tahukah engkau dengan Batam? Jika engkau belum tahu, akan kuberi tahu sedikit. Batam adalah sebuah pulau kecil yang dikelilingi oleh banyak laut. Meskipun pulau kecil, namun kota ini banyak dituju orang – orang untuk melanjutkan hidup. Dari penjuru nusantara setelah mereka tamat sekolah, nereka melakukan urbanisasi ke Batam. Batam adalah sebuah kota industri,jika engkau kesini pastilah engka akan takjub melihat bagaimana orang – orang memperjuangkan hidupnya. Siang malam sama saja. Kerana separoh kerja siang dan separoh kerja malam. Itulah sekilas tentang Batam.

Sore yang serah, Nela sudah bersiap – siap untuk pergi ke kampus. Pakai celana jeans dipadu kaos oblong warna pink dan dilapisi jaket warna kuning. Bagi orang mungkin agak norak, namun ia suka perpaduan warna seperti itu. Setelah siap dandan dia raih sebuah tas. Kakinya melangkah menuju kampusyang terletak tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dekat dari rumahnya. Setiba di kampus ia langsung menuju kelas, disana sudah berdiri teman – temannya. Mereka adalah Dhini, Natan dan Pina. Mereka sudah akrab sejak semester satu. Sampai sekarang sudah dua semester mereka berteman, semuanya baik – baik saja. Semakin lama semakin akrab.
“ Ada tugas gak? “ Tanya Nela begitu dekat.
“ Gak ada kok “ Jawab Natan.

Tiba – tiba pandangannya tertuju ke Pina yang sibuk telfonan. Nela pun mendekati Pina, lalu :
“ Halo, ini siapa? “ Nela pura – pura nelpon.
“ Ini anak, baru datang langsung ganggulah. “ Kata Pina.

Dhini dan Natan ketawa aja, mereka tahu Nela memang anaknya agak usilan.
“Ada apa ya? “ Kali ini suara Nela agak keras.

Pina pun berdiri dan jalan keluar kelas diiringi suara tertawa Nela.
“ Eh, udah ada persiapan ujian belum? “Tanya Nela kemudian.
“ Tenang aja kan ada Dhini...” Jawab Natan
“ Tenang apanya,, dia kan kalau ujian mana mau liat kita. “ Seru Nela.
“ Enak aja loe ya “ Kata Dhini.
“ Fakta nek..” Nela membela diri.
“ Oya Tan, aku nitip uang ujian ya, sekalian ambilin kartu ujianku ,

besok aku kerja ampe jam 5 sore. “ sambung Nela.
“ Kapan gajiannya nih? “ Tanya Natan.
“ Teraktir dong.... !! “ Teriak Pina dari luar kelas.
“ Aku masih lama lagi, Dhini tuh yang baru gajian tanggal muda...”
“ Makan kemana Dhin ? “ Tanya Nela.
“ Gorengan aja ya “ Jawab Dhini.
“ Oouh... gak mau, masak gorengan. “ Bantah Nela.
" Ke Aviarilah nek.. “ Usul Pina.
“ Siipp,,Itu baru ide bagus... “ Kata Natan dengan dua jempolnya.

Tiba – tiba dosennya masuk, mereka duduk tanpa keluar kata sepatah kata pun. Belajar kalkulus IV benar – benar membuat otak seperti dibolak – balik. Namun keempat mahasiswi ini suka pelajaran eksak. Jam pelajaran pun telah usai. Karena sudah mengantuk Nelapun langsung pulang kerumahnya. Sesampai di rumah sudah jam 22.00 WIB. Nela langsung shalat ‘isya. Setelah itu ia baringkan langsung badannya yang tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gamuk itu di kasur. Tak lama kemudian melayanglah ia ke alam mimpi. 
****
Tiga hari telah berlalu, ujian akhir semester telah tiba. Semua mahasiswa tidak ada yang melanggar peraturan yang ada. Mahasiswa pun tertib tidak ada suara. Selama seminggu ujian di UNRIKA berjalan dengan lancar. Setelah selesai ujian Nela agak lebih santai. Ia hanya fokus keperkerjaannya sebagai tenaga pengajar di suatu yayasan.

Suatu malam sekitar jam 02.00 WIB, hp miliknya berdering. Ia pun meraihnya.
“ Halo “ Sapa Nela.
“ Halo juga, udah tidur ya tadi?? “ Terdengar suara cowok diseberang sana.
“ Sudah, ini siapa ya ? “ Tanya Nela.
“ Romi “
“ Romi mana ? “
“ Ala lupo yo samo abang ? “ ( sudah lupa ya sama abang )
“ Maaf, soalnya Nela kenal dua Romi. “
“ Pake bahasa Minang ajalah, Romi mantanmu temannya Dedek. “
“ Owh... ada apa bang ? “
“ Nggak ada apa – apa Cuma mau tanyain kabar. “
“ Kabarku baik – baik aja “
“ Katanya kemarin sering bolos kuliah, apa bener tuh ? “
“ Itukan semester I bang.
“ Sekarang ? “
“ ndak pernah lagi bang. “
“ Syukurlah, kuliah yang rajin... oya, kapan pulang ? “
“ Nggak tahulah, emang kenapa? “
“ Nggak ada apa – apa Cuma tanya aja. “
“ Aku mau pulang tanggal 9 Agustus, mau nggak jemput ke bandara ? “
“ Kalau bisa ya... “
“ Ya udah aku pulang seminggu lagi ya.. “
“ Ya udah, udah dulu ya.. “
“ Yuppzss.. “
“ Assalamu ‘alaikum “
“ Wa ‘alaikum salam “

Nela pun tersenyum gembira. Ia pejamkan lagi matanya. Tak lama kemudian tertidurlah ia dengan lelap. *****
“ Aku sudah di bandara bang. “ Kata Nela
“ Maaf abang ada urusan. “ Jawab Romi.
“ Ouwh... Ya udah gak apa – apa . “ Kata Nela sedikit lesu.

Nela pun kecewa sama Romi, Romi nggak jadi menjemputnya. Terpaksa ia telpon sepupunya. Satu jam kemudian sepupunya datang menjemput. Baru sebentar saja meninggalkan kota Padang namun Nela  udah mulai lupa. Mereka tidak langsung pulang, tetapimutar – mutar kota Padang dulu. Sekitar jam 14.00 WIB barulah mereka menuju kampung kelahirannya yaitu Balai Selasa Kabupaten Pesisir Selatan. Tahukah engkau dengan Pesisir Selatan ? Jika engkau pernah kesana pastilah engkau akan terkesima dengan pemandangannya. Disana engkau akan melihat pantai dan ombak yang indah sekali. Dan disana engkau juga akan melhat hutan yang terawat dan alamnya yang masih alami. Disepanjang jalan engkau akan melihat sawah luas yang subur. Pesisir selatan berbatasan dengan Kerinci dan Bengkulu. Rata – rata mata pencarian penduduknya adalah petani dan nelayan. Namun mungkin yang akan membuatmu kesal didalam perjalanan adalah banyak sapi yang berserakan di jalan – jalan. Di sini, sapi – sapi dilepas dan dibiarin oleh pemiliknya dari pagi sampai sore. Setelah sore barulah sapi dimasukkan kekandang. Begitu juga yang dialami Nela dan sepupunya selama dalam perjalanan.

Setelah satu tahun ia tinggalkan ternyata kampungnya tak jauh berbeda. Tiba – tiba sepupunya membuka pembicaraan.
“  Pas banget Nela pulang sedang musim durian “
“ Tujuan utama itulah Da. “ Kata Nela.
“ Sekarang di kampung awak malamang. “ Kata Uda Nela.

Malamang adalah memasak lemang yang trbuat dari beras ketan dan dimasukan kedalam bambu yang sudah dibersihkan. Setelah itu di tarok dekat api. Apinya harus dari kayu. Malamang ini biasanya dilakukan setiap mau bulan ramadhan, menyambut idul adha, maulid Nabi Muhammad SAW, serta hari – hari besar Islam lainnya. Intinya untuk menyambut hari besar umat Islam.
“ Iya ya da, emang tidak salah lamgkah. “
“ Kamu suka kan sama lamang ? “
“ Tidak terlalu suka, tapi pas buatnya Nela suka. “
“ Dari segi mana sukanya, kena api ya ? “ Tanya sepupunya tertawa
“ Bukan da, tapi itu. “
“ enapa emangnya ? “
“ Gini loh da, orang – orang disini kalau malamang pasti memasaknya

Bersama – sama, ada yang gabung dari dua rumah bahkan lebih, nah dari sana menunjukkan kekompakan dan karena itu juga bearti telah mempererat tali silaturrahmi. “
“ Benar juga ya, sejak kapan kamu pintar sampai berpikiran kesana “
“ Dari dulu sudah pintar ya. “ Jawab Nela senyum.

Tanpa disadari Nela sudah sampai di rumahnya. Wakyu turun dari mobil dia bengong – bengong sendiri.
“ Kenapa la ? “
“ Sepi beda aja. “
“ He he . . , kan belum libur La. “
“ Tante pulang ma .” Teriak keponakannya.
“ Mama mana ? “ Tanya Nela pada neneknya.
“ Belum pulang kerja. “ Jawab kakaknya.
“ Kerja juga hari ini pulang jam berapa ? “
“ Bentar lagi. “

 Tak lama kemudian mamanya pulang dari kerja. Baru saja mamanya pulang langsung ia ajal mandi ke sungai. Mereka mandi Cuma sebentar karena suah mau magrib. Sepulang dari mandi ia duduk di ruang tamu. Keluarga besarnya lagi ngumpul karena kebtulan malam ini ada acara di mushala. Sebelum ke mushala semua berkumpul. Nela bergerak mengambil kopernya, lalu ia kelompokkan baju – baju. Keponakannya yang paling gede menghampirinya.
“ Baju buatku ya Nte ?
“ Bukan, buat nenek dan ini buat mamamu. “
“ Buatku mana? “ Tanya ponakannya yang kecil.
“ Ni ada satu tante beliin, tapi buat yang lain itu bukan yang baru lho.
“ Gak apa – apa, buat ku Nte ? “ Tanya yang paling besar.
“ Kamu aja semuanya. “
“ Bener Nte ? “
“Bener, baju tante yang tante tinggalin tahun lalu nggak kamu Ambilkan ?”
“ Nggak, kecuali nenek yang kasih.”
“ Ya, udah ambillah semua “

Badan mereka memang sama besar, namun keponakannya lebih tinggi sedikit dari Nela. Nela pun duduk lagi, tiba – tiba
“ Uni Nela apan pulang?” Tanya Ina yang baru datang.
“ Sore tadi baru nyampe. “
“ Uni tolong ajarin matematika, aku ada PR namun gak ngerti. “
“ Tentang apa? “
“ Integral parsial dan integral subtitusi.”
“ coba liat .“

Nela pun mengerjaka soalnya dengan mudah. Setelah itu baru ia menjelaskan kepada Ina. Inapun menganggul – angguk.
“ Makasih ya Ni. “
“ Sama – sama.”

Ina pun pulang lalu mama Nela berkata,
“ lom habis capek dah ada yang nanya PR. “
“ Biasa ajalah Ma.”
“ Kamu ikut ke Mushalla gak? “
“ Di rumah aja, paling juga gak ada anak gadis. “
“ Ada kok, pergilah selagi masih ada di kampung. “
“ Aku capek Ma, aku bantu antar makanan aja ya. “
“ Tapi awas ya kalau nonton tv.”
“ Iya.”

Nela pun membantu Mamanya mengantar makanan ke Mushala. Setelah itu ia pun pulang dan duduk di teras rumahnya. Sedang duduk di saku kanannya ada yang bergetar. Ternyata ada sms dari Romi.

Mlm La,sdh smpe rumah?
Replay,     Mlm jg,udh        send.
Syukurlah
Kpn ke rumh? suntuk ne..:(
Tak lama kemudian balasan dari Romi datang,
Replay,   send.

Setelah itu tak ada lagi balasan dari Romi. Nelapun mulai merasa kecewa ma Romi. Dalam hatinya terpikir “ ternyata Romi tidaklah berubah, ia tetap pengen jauh – jauh dariku, ia takkan mau melihatku. Mudah – mudahan aja aku bisa melihat dia. ” Nela pun beranjak dari tempat duduknya menuju tempat tidur. Ia terlalu capek hari ini, apalagi suasana dingin membuatnya tidur lebih cepat.
****

Nelapun terbangun karena Mamanya membuka pintu jendela kamarnya. Jendelanya terletak disebelah timur. Cahaya matahari masuk ke kamarnya.
“ Bangun La, udah jam 08.00 ni “
“ Ntarlah Ma, dingin dan ngantuk banget. “
“ Eh, gak baik tidur jam segini, udah biasa ya disana kayak gitu? “
“ Nggak juga, ni karena dingin aja. “
“ Pokoknya bangun, sana mandi!! “
“ Tidur bentar lagi Ma. “
“ Kamar ni rapikan, bangun cepat!!”Mamanya agak emosi.

Dengan malas Nela pun berjalan keluar kamar. Mamanya merapikan tempat tidur karena anaknya keluar begitu aja. Setelah selesai Mamanya ke dapur, tiba – tiba ia merasa aneh. Ia menggrutu,
“ kok, nggak ada orang dikamar mandi “

Lalu Mamanya berjalan ke kamar belakang. Kamar itu kosong. Lalu mamanya berjalan ke kamar depan. Ia lalu mencubit kaki Nela yang tidur di kamar tamu.
“ Oh,jadi mau nyambung kesini, disuruh mandi juga.”
“ Aduh!!! Duh Mama ni ganggu ajalah.”
“ Nggak baik tidur jam segini.”
“ Jadi malasdi rumah, nggak puas tidurnya.”
“ Jadi kamu di sana jam segini masih tidur? Pantas tuh muka pucat.”
“ Mana ada pucat.”
“ Liat di kaca sana.”

Nelapun tak menghiraukan kata – kata mamanya. Ia berjalan ke kamar mandi. Setelah selesai mandi ia ngumpul sama teman – temannya. Di jalan ada yang minta sumbangan untuk acara. Lama duduk disana akhirnya Nelapun kebagian juga untuk minta sumbangan. Lalu tiba – tiba datang sebuah motor mio. Ia pun melambaiakan tangan, lalu jantungnya berdebar – debar. Tiba – tiba yang mengendarai motor itu tersenyum padanya sambil buka helm. Tapi motornya tetap jalan. Jadi, berlalau begitu saja. Setelah agak jauh darinya baru ia menyadari dan berteriak,
“ Romi..........”

Udh liatkan, td kamu yg minta minta sumbangankan?
Semua orang yang berada disitu melihat dia. Diapun malu sendiri. Lalu tak lama kemudian sakunya bergetar. Ternyata ada sms dari Romi,
Ia, pi awlnya rgu coz ad helm
Replay  send,

Yg pntg dh liat wlau sekilas
Lalu hpnya bergetar lagi, ia buka

Mainlh kermh , ku suntuk dirmh ato qt jlan
Replay,  send,

Lalu tak ada lagi balasan dari Romi, Nela menarik napas panjang. Setelah kejadian itu barulah Nela sadar diri. Selama di kampung, Romi tampak kali malas untuk menemuinya. Setelah dua bulan di kampung akhirnya Nela memutuskan untuk kembali lagi ke Batam. Harapannya sudah jelas musnah di kampungnya sendiri. Baginya kepulangannya kali ini benar –benar ingin bersama Romi. Paling tidak jalan untuk sekali saja. Namun semuanya sirna. Ia simpan kecewanya jauh – jauh di hatinya yang paling dalam. Setelah harapannya sirna ia masih mencoba untuk sabar dan tanpa membenci Romi sedikitpun.
*****

Jam 13.00 WIB Nela berdiri didepan rumahnya. Sebentar – bentar liat Hp dan liat jalan. Kakaknya aja dengan tingkah lakunya. Lalu kakaknya bertanya :
“ Nungguin orang ? “
“ Iya, pi kok lom datang ya. “
“ Udah kenal ? “
“ Lom, kenal lewat Hp aja pi dia anak kampus kok. “
“ Gimana bisa, emang siapa yang sms duluan ? “
“ Aku kak, saya nggak tahu itu nomor siapa . “
“ Tuh kali orangnya pakai baju batik. “

Tiba – tiba sebuah motor datang menghampiri rumahnya. Pengendara motor itu turun.   
“Assalamu ‘alaikum. “
“ Wa’alaikum salam. “ Jawab Nela dan kakaknya.
“ Silahkan duduk mas. “ Sambung kakak Nela.
“ Kayak pernah ketemu deh. “ Nela buka suara.
“ Kan emang sekampus. “

Kakak Nela pun naik keatas.    
“ Tinggal ma siapa ? “
“ Ngekos kok. “
“ Masa iya, kayaknya bukan kos – kosan deh.”
“ Iya ya. “ Jawab Nela senyum – senyum.
“ Mau kemana nih, kok pake batik segala ? “
“ Iya jam 16.00 harus ke hotel ada acara. “
“ ouwh...... “

Lama sudah bebincang – bincang akhirnya Dhanupun pulang. Semenjak kenal Nela, Dhanu dan Nela sering sms dan telponan, bahkan sering ngantar Nela pulang kuliah.

Suatu siang Dhanu sedang duduk di teras rumahnya, ia ambil Hpnya dan langsung mengotak atik. Tiba – tiba ia terhenti ketika melihat sebuah nomor. Lalu terbayang selintas cewek yang baru beberapa bulan ini ia kenal. Lalu hatinya berkata
“ Kenapa  ya aku kepikiran dia terus, apakah ku suka dia? Jika ia, dari segimananya ku suka dia, dia tidak terlalu menarik, biasa aja. Oh gak mungkin aku suka dia, mustahil banget deh. Ia tidak cantik. Tapi ku nyaman banget dengan dia. Duh bahaya nih low ku suka dia. “

Jgn lupa shalt zhuhur ya..
Dhanu pun berdiri dan berjalan ke dalam kamarnya. Dia ambil kunci motornya yang terletak di meja belajarnya. Pas melangkah keluar dari kamar tiba – tiba Hpnya bergetar. setelah ia buka ternyata sms dari Nela

Thank ya..
Replay,  send.

Lalu Hp dan kunci motornya ia taroh di meja.ia pun berjalan ke kamar mandi. Ia mengambil air wudhu. Setelah itu ia pun shalat. Selesai shalat ia pun langsung berangkat menuju Tumenggung Abdul Jamal. Hari ini ada pertandingan bola. Ia paling suka main bola. Sebelum kesana, ia mampir di rumah temannya. Setelah sampai di rumah temannya ia terkejut karena ada kakak sepupunya Nela. Ia bersama kawan – kawannya juga. Lalu Dhanu pun mendekat
“ Hai bang, pa kabar ? “
“ Baik. “ Jawab Fandi sepupunya Nela.
“ Ko, ini calon kakak ipar ku lho. “

Riko teman Dhanu mengangkat alis,
“ Maksudmu ?? “
“ Ku lagi PDKT ma adiknya. “
“ Emang loe punya adik Fan ? “ Tanya Dedi teman Fandi
“ Punya. “ Jawab Fandi.
“ Kok nggak kenalin ke kami – kami, malahan Dhanu yang kenal ?”doni nggak mau kalah
“ Anak baru kok.” Jawab Fandi.
“ Semester berapa Dhan ? “ Tanya Dedi.
“ Tanya ma kakaknya lah. “
“ Ku ngerti nih, Fandi takut nih adiknya kenal kita yang ganteng - Ganteng. “ Dedi membenarkan bajunya.
“ Dia sebenarnya udah semester 4 sekarang. Kenapa nggak pernah
                  
Kukenalakan ma kalian, dia terlalu kuper untuk masalah cowok,
                  
Temannya itu – itu saja. Keluar rumah aja jarang meski ku yang ngajak.
                  
Aku juga nggak tau kenapa? Mungkin dia pernah terluka ma cowok. Dia selalu tertutup ma aku.
“ Dia kuliah disini siapa yang ngajak ? “ Tanya Dhanu.
“ Nggak ada, waktu dia udah ikut SPMB di Padang. Namun tiba – tiba dia pengen kuliah disini. Mamanya tetap nggak setuju. Pada akhirnya dia sampai di sini tanpa siap ujian SPMBnya. Setelah dua minggu di sini mamanya tetap suruh pulang untuk kuliah di Padang, dia nggak mau. “
“ Keynya dia punya masalah dari sana. “ Riko ikut bicara.
“ Makanya ku gak pernah kenalin ma kalian, dan buat Dhanu kamu gak boleh dulu dekatin dia sebelum loe bisa menangin pertandingan ini”
“ OK . “
“ Tantangan nih. “ Riko mulai berdiri.
“ Kita akan usahain menang buatmu Dhan.” Dedi pun berdiri.
“ Yok kita berangkat. “ Ajak Fandi sambil tersenyum.

Mereka pun berangkat ke Tumenggung. Tak berapa lama kemudian mereka sampai dan siap untuk main. Malang tak dapat dielakkan mujur tak dapat diraih. Tim mereka dikalahkan oleh lawan. Dhanu pun pulang sendiri dengan tak semangat. Sesampai di rukah ia langsung mandi. Setelah itu ia matikan Hp dan langsung tidur. Lalu tertidurlah dia.
*****

Paginya hari minggu, Dhanu menyalakan Hpnya lalu masuk 3 sms. Semua dari orang yang sama yaitu Nela. Tak lama kemudian Hpnya pun berdering, nela tertera di layarnya. Ia pun menolaknya. Dalam hatinya
“ Pengen ku angkat, pi ku udah janji ma kakakmu la. “

Lalu Hpnya berding   lagi, kal ini yang  nelpon Fandi. Ia pun menjawabnya,
“ Halo Bang, ada apa ? “
“ Kok ditolak? “
“ Aku mau konsisten ajaa bang. “
“ Tadi tu aku yang nelpon, oya soal yang kemarin aku Cuma bercanda.”
“ Maksudnya bang? “
“ Ya sekarang ku kasih lampu hijau buatmu untuk mendekati Nela. “
“ Benar ni? “ Dhanu seakan tak percaya.
“ Benarlah, selamat mencoba.”
“ Makasih ya bang. “
“ PI siap – siap aja untuk di tolak. “ Kata Fandi sambil ketawa.
“ Emang kenapa bang? “
“ Logika aja deh, ngapain ia takut dekat dengan cowok atau nggak mau

Pasti karena alasan yang juatkan ? “
“ Iya juga sih. “
“ Ya udah, ntar kamu juga pasti akan tau. “
“ Mudah – mudahan aja. “
“ Udah dulu ya, mau bikin proposal nih.”
“ O.K.”

Telpon pun terputus. Dhanu pun melompat kegirangan. Lalu keponakannya melihat langsung berkata,
“ Om udah gila ya?”
“ Mau tau aja.”

Dhanu pun berlalu dari hadapan keponakannya. Dia pergi ke rumah Riko teman karibnya itu.
“ Ko, ku juga nggak tau kenapa? Dia tidak cantik. Tidak menarik tetapi
                  
Pikiranku selalu penuh dengan dia.”
“ Adik Fandi ni? ”
“ yuppzz...”
“ Pi kutakut ditolak Ko.”
“ Jangan berpikiran gitu, ambil aja yang positifnya.”
“ Ya udah ntar aku ke sana. “

Lama ditempat Riko akhirnya ia nekat untuk ke rumah Nela. Sampai disana, rumah Nela sepi banget. Mobil kakaknya tidak tidak ada terparkir disebelah rumahnya. Motor Fandipun tidak ada. Ia keluarkan Hp lalu mencet no Nela.
“ Halo.” Terdengar jawaban diseberang sana.
“ Halo juga, La kamu pergi ya ? “
“ Nggak tuh, emang kenapa ? “
“ Nggak ada apa –apa, ku didepan rumahmu.”
“ Oh, tunggu bentar ya. “

Telpon pun dimatiin Nela. Tak lama kemudian Nela pun keluar dengan celana di atas lutut dan baju putih. Rambutnya tergerai sebahu.
“ Silahkan duduk kak,udah lama ya ?”
“ Baru aja kok. “
“ Tunggu bentar ya, kedalam dulu. “
“ O.K. “

Tak lama kemudian Nela keluar dengan secangkir minuman dan makanan dengan senyum,
“ silakan diminum dan dimakan, maaf yang ada cuma ini. “
“ Oh, gak pa- pa kok, ni udah makasih banget.”
“ O ya, ada gerangan pap nih? Nela menghenyakkan pantatnya di sebelah kursi Dhanu.
“ Ada yang pengen ku sampaikan.”
“ Apa ya? “
“ Mungkin ini gak penting bagimu, tapi penting bagiku.”
“ Ya bilang aja.”
“ Ku menyukai mu, ku nggak tau kenapa ni terjadi.”
“ Baru beberapa bulan kenal masak udah suka?”
“ Benar La, aku suka ma kamu.”
“ Dari segi mana ?”
“ Sejak pandangan pertama, terus kita nyambung dan kamu membawa
Membawa aura posotif bagiku. “
“ Ah mustahil aja.”
“ Terserah kamu percaya atau nggak, pi ku benar suka kamu.”
Maukah kamu jadi pacarku?”

Nela pun kaget mendengarnya.
“ Bukan ku nggak mau, pi ku belum siap dengan secepat ini.”
“ Kan kita udah lama kenal.”
“ Tapi ku nggak bisa jawab sekarang.”
“ Kenapa?”
“ Ya terlalu cepat bagiku. Kasihku waktu seminggu lagi.”
“ Ya udah, pi tolong kasih aku alasan, kenapa ?”
“ Gak ada apa – apa ?”
“ Kamu takut disakiti ia kan? “
“ Bukan itu aku hanya takut kecewa.” Nela pun menangis.
“ Dulu ku pernah jadian ma seseorang. Aku sangat mencintainya. Pi dia nyia- nyiakan aku. Aku berusaha menunggunaya, pi lama – kelamaan ku mulai kecewa.”
“ Maafkan aku, aku janji tak akan pernah membuatmu kecewa.”
“ Makasih.”

Nelapun menghapus air matanya. Lalu tiba – tiba kakaknya Nela dan istrinya pulang.
“ Eh, ada tamu ya?” Kata iparnya Nela.

Dhanu pun bersalaman dengan kakak ipar Nela.
“ Ajaklah Nela itu keluar Dhan.”
“ Bukannya gak kak, soalnya dari tadi belum pulang ke rumah.”
“ Ya, kapan – kapan aja. “
“ Ya kak.”

Kakak Nela pun masuk ke dalam. Tak lama kemudian pun Dhanu opun pulang. Nela pun masuk ke dalam, sambil tidur – riduran ia pun berpikir,
“ Duh membingungkan sekali, kenapa harus terjadi tiba- tiba.
“ Ayo mikirin apa?” Tanya Fandi tiba – tiba.
“ Nggak ada apa – apa.”
“ Bener nih nggak ada apa – apa?”
“ Benar, abang kenal dengan Dhanu?”
“ Kenal, emang kenapa?”
“ Menurut abang dia gimana?”
“ Anaknya baik dan tidak plin – plan.”
“ Tidak lin – plannya gimana?”
“ Jikap iya ya, jika dia bilang tidak ya tidak.”
“ Nggak ngerti.”
“ Gini kemaren kan ada cewek yang suka dia, teman –temannya pun mendukung, pi dia nggak suka, kami udah susah dekat – dekatin cewek itu ke dia, tetap aja dia tidak suka.”
“ Gitu ya bang.”
“ Ya, emang kenal dia?”
“ Kenal, pi cuma gitu – gitu aja.”
“ Gitu – gitu aja apa gitu – gitu aja?”
“ Maksud abang?”
“ Udahlah Dhan  u udah cerita kok.”
“ Kapan?”
“ Gimana tadi udah di tembaknya?” Fandi tanya balik.
Nela langsung duduk
“ Emang abang tau?”
“ Ya tau lah, Dhanu aja bilang di depan teman- temannya.”
“ Ngomong apa dia?”
“ Dia bilang gini ketemu abang kemaren, eh calon iparku.”
“ Masa iya bang?”
“ Iya, tanyalah teman abang..
“ Menurut abang di..........” Ucapan Nela terputus.
“ Terima aja.” Fandi memotong pembicaraan Nela.
“ Pi aku nggak akan bisa memberikan seluruh hati La buat dia, hatiku Terpaut buat orang lain.”
“ Orang lain yang nggak pernah mencintaimu.”
“ Setidaknya dulu ia mencintaiku.”
“ kan dulu, sekarang?”
“ Ntar bisa jadi dia kayak gitu juga.”
“ Udah berpikir positif aja.”

Lalu Fandi berdiri sambil melempar guling ke Nela.
“ Terima aja ya, nggak usah mikir terlalu panjang.”
Fandi pun keluar kamar Nela.

Nela dan Fandi sepupuan. Bagi Nela, Fandi melebihi kakak kandungnya sendiri. Gimanapun dengan suasana hati Nela, Fandi pasti bisa menghiburnya.
*****

Di kelas C 006 tampak Nela dan Natan sedang duduk. Mereka sedang menunggu dosen datang. Hari ini mereka pulang agak lebih cepat. Hari kamis benar – benar menyenangkan bagi Nela and the gank. Ternyata dosennya nggak bisa datang karena ada urusan keluarga. Sebelum pualng Nela shalat dulu di Mushala kampus. Jam 18.30 Nla dan teman – teman berjalan menuju kelas depan, Pina membuka suara,
“ Teman – teman kita nggak pergi hari ni?”
“ Yoklah, kemana kita?” Tanya Dhini
“ Ke mall aja kita, cuci mata.” Natan datang dari belakang.
“ Boleh.” Pina dan Dhini kompak.
“ Maaf ya, ku nggak bisa ikut.” Nela mebuka suara.
“ Kemana?”
“ Ku nunggu seseorang.”
“ Cieeeeeeeee..............” Semua pada nyorakan Nela.
“ Bukan siapa – siapa. Ada janji ma abangku, taukan abangku?”
“ Oh, ya udah kapan – kapan aja kita jalan.
“ Aku ke gerbang dulu ya.” Kata Nela.

Merekapun berpisah sampai disitu. Nela duduk menunggu di gerbang. Tak lama kemudian Dhanu berhenti didepannya. Nelapun naik, Dhanu membuka suara,
“ Langsung pulang ni ?”
“ Iya, emang mau kemana lagi?
“ Jalan yok.”
“ Boleh, pi aku ngomong di rumah and minta izin dulu.”
“ O.K”

Tak lama kemudian mereka sampai di rumah Nela.
“ Mau ngomong apa? Dhanu bertanya sambil duduk disebelah Nela.
“ Mau jawab yang kemarin minggu.”
“ Mau jawab sekarang?”
“ Iya, pi sebelumnya ku mau tanya dulu, kakak shalat nggak?
“ Shalat pi kadang juga bolong.”
“ Aku mau jadi pacarmu, pi jangan pernah bikin ku kecewa untuk kedua Kalinya.”
“ Kakaj janji.”
“ Ya udah, Nela ke dalam dulu minta izin.”
“ O.K”

Nelapun masuk, lalu tak lama kemudian Nela keluar dengan kakak iparnya.
“ Mau kemana Dhan?”
“ Mau ke Barelang Mbak, bolehkan? Dhanu berdiri.
“ Boleh, pi hati – hati ya.”
“ Ya mbak, pamit dulu mbak.” Dhanu pun melangkah
“ Kak berangkat dulu ya.” Nela pun bersalaman.
“ Hati –hati kalian.”

Dhanu pun ikiut bersalaman ma kakak iparnya Nela. Mereka pun berangkat menuju jembatan barelang. Jembabatan barelang adalah ikonnya kota Batam. Jika malam minggu jembatan ini pasti penuh. Ada yang datang bersama pacar dan ada juga yang bersama teman – teman. Jika datang dihari kamis biasanya agak sepi. Dari Batu Aji kesana memakan waktu 30 menit. 30 menit sudah dijalan, mereka pun sampai. Mereka duduk dipinggir jembatan menghadap ke laut. Nelapun buka suara,
“ Kok kakakku percaya gitu j ma kakak ya?”
“ Ya lah, cowok santun.”
“ Gayanya aja”                                                 
“ Faktnya gitukan?”
“ Tau ah, gelap.”
“ Cari tau lah.”
“ Suatu saat pasti tau sendiri, udah malam pulang yok.”  
“ Baru jam 20.30 dek. “
“ Kan diperjalnan 30 menit, pas nyampe rumah jam 21.00.”
“ Cepat kali sayang, belum puas.”
“ Besokkan masih ketemu.”
“ Ya udah.” Dhanu pun berdiri lalu berjalan kemotornya.

Nela pun mengikutinya dari belakang. Tiba – tiba ia raih tangan Dhanu,
“ Kok mukanya manyun gitu?”
“ Gak ada apa – apa, yok naik.”
“ Gak jadilah pulang.”
“ Kenapa ?”
“ Ada yang ngambek, ya udah tambah 30 menit lagi ya.”
“ Siapa yang ngambek?”
“ Tuh mukanya gak enak dilihat.”
“ Karena dingin aja.”
“ Jangan bilang minta di peluk.”

Dhanu pun ketawa lalu memegang kepala Nela,
“ Emang kenapa?”
“ Nggak ada apa – apa.”
“ Ngantuk ya Yang?” Dhanu memperbaiki duduknya.
“ Nggak terlalu, dingin aja di laut.”

Dhanu pun membuka jaketnya yang berwarna agak ke abu – abuan lalu memakaikan ke Nela.
“ Udah 3 lapis tuh, masih dingin?”
“ Udah lumayan.”

Dhanupun berdiri dari motornya, lalu berjalan membawa tangen Nela ke suatu tempat. Lalu mereka duduk menghadap laut. Nelapun menyandarkan kepalanya ke bahu Dhanu. Tangan kananya dipegang Dhanu. Dhanu pun kaget karena Hp Nela berdering. Di layar ada nama Romi. Nela membiarkannya
“ Biarin ajalah.

Aq msh syng qm, tlng agkt tlpn q, aq kgen bgt
by: Romi Lalu sms pun masuk, Nela

Nela pun langsung kaget, Dhanu hanya melihat kelaut. Nela memang ke Dhanu, lalu:
“ Kak, baca sms ni dulu !”

Dhanu pun mengambil Hp Nela lalu membacanya. Setelah selesai ia pun berkata,
“ Angkat aja telponnya !”
“ Malaslah.
“ Kenapa? Adek masih sayangkan ma dia?”
“ Dulu memang iya, sekarang kecewa.”
“ Ya udah angkat aja kasian dia.”
“ Biarin aja.”
“ Low nggak mau sini kakak angkat.”

Hp diberikan kepada Dhanu. Sudah 4 panggilan tak terjawab. Lalu berdering lagi,
“ Halo” Sapa Dhanu.
“ Halo juga, Nelanya ada?”
“ Ada tapi nggak mau ngomong.”
“ Masa, emang ini siapa?”
“ Pacarnya.”.
“ Masa iya? “ Terdengar suara  ketawa diseberang sana.
“ Maksud loe.”
“ Nela tu Cuma gila – gila ma aku, dia pernah bilang akan menungguku sampai kapanpun.”
“ Ya tu terserah Nela, yang punya hati Nela.”
“ Iya sih, bilang ma Nela mumpung ku jomblo ni.”
“ Ntar ku sampaiin.”
“ Thanks.”

Telpon pun terputus.
“ Pulang yuk.” Ajak Dhanu.
“ Romi bilang apa kak?”
“ Dia mau ajak balikan, balikan aja, kesempatan bagus.”
“ Jika ada yang lebih baik dari dia kenapa masih nunggu dia.”
“ Pi jujur dari hatimu masih sayang dia.”
“ Aku memang sayang dia, pi ku berusaha dan belajar untuk mencintai Kakak.”
“ Ya moga aja bisa.”
“ Kok gitu? Ya bisa donk buktinya aku udah  buka hatiku untuk kakak.”
“ Ya kakak percaya ma adek, pulang apa nggak?”

Nela pun mengangguk, lalu Dhanu meraih tangannya Nela. Mereka pun jalan menuju motor. Mereka pun pulang, dalam perjalanan pulang jantung Nela bergetar kencang. Sampai di rumah pun begitu. Setelah sampai dirumah Nela berpas – pasan dengan sepupunya Fandi. Fandi yang sedang membuka helmnya.
“ Ehmmmmmmm .” mendehem keras.

Nela membuka jaketnya lalu memberikan kepada Dhanu.
“ Ni jaketnya biar nggak kedinginan.”
“ Thanks.”

“ Baru pulang bang.” Dhanu jalan mendekati Fandi.

Nela pun mengikuti dari belakang dan langsung duduk di kursi teras rumahnya. Sedangkan Fandi dan Dhanu duduk  di lantai yang paling pinggir.
“ Gimana adikku Dhan?” Sambil melirik Nela.
“ Baik kak, asyik.” Melirik senyum ke Nela.
“ Low dia nakal cubit aja, dikasuh izin.”
“ Ih, emang aku anak kecil.” Nela ikut ngomong.
“ Gimana skripsinya bang?”
“ Udah dapat dan udah siap, tinggal sidang.
“  Mudah – mudahan lulus dengan memuaskan.”
“ Amiin.”
“ Pulang dulu ya bang udah malam, kapan – kapan lagi di sambung.”
“ Nggak tidur disini, mumpung masih ada aku disini, besok nggak bisa lagi.”
“ Kapan – kapan aja, pulang dulu ya bang, ya La.”
“  Yupzz, hati –hati di jalan.” Fandi dan Nela serempak.
“ Salam dulu gih.” Lanjut Fandi sambil senyum ke Nela.

Nela pun jalan mendekati Dhanu. Ia mengulurkan tangannya, Dhanu pun menyambutnya. Selesai salam dengan Nela,  Dhanu pun memberi salam ma Fandi. Setelah itu,
“ Assalamu ‘alaikum.”
” Wa’alaikum salam.”

Dhanu pun berlalu di hadapan mata mereka. Nela masuk ke kamar, ia baringkan badannya yang tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus itu di kasur. Ia senyum – senyum sendiri. Lalu tak lama kemudian ia pun tertidur.
****

Oh gt y skrg, gk mw blz sms n agkt tlp, cuek aj. Qt ptus aja.
Hubungan asmara Nela dan Dhanu berjalan lancar, namun suatu ketika Dhanu tak pernah membalas sms Nela. Bahkan di telpon pun tak di angkat, Nela pun mulai kesal lalu mengirim sms,
send.
Setelah terkirim juga nggak ada balasannya, dikampus pun Nela tak menemukan puncak hidung Dhanu. Biasanya ketemu terus. Sambil pulang Nela ngomong sendiri dalam hati.
“ Duh kemanalah ni anak, apa dia setuju qt putus, jomblo lagi donk, padahal ku mulai suka ma dia.”

Sehari audah tak ada kabar dari Dhanu, Nela pikir Cuma 1 hari. Tapi ternyata salah, beberapa hari tak ada kabar dari Dhanu. Suatu malam ia berusaha mencari Dhanu di kampus. Namun juga nggak ada. Dia bingung mau tanya siapa. Nela dan temannya Pina mau pulang. Nela dan Pina udah sampai di gerbang. Tiba – tiba mereka di kagetkan suara klakson motor.
“ tit !! tit !! tit !! tit !!!

Nela dan Pina melihat kebelakang, ternyata Dhanu.
“ Na kamu pulang duluan ya.”
“ OK “

Pina pun pulang, Nela mendekati Dhanu. Ia berdiri aja.
“ Ayo naik, mau pulang nggak?”

Nela pun naik, motor pun melaju dengan pelan namun pada akhirnya mereka pun sampai di rumah Nela. Pas turun dari motor Nela langsung ngomong,
“ Jangan pulang dulu aku mau ngiming.”
“ ngomong apa lagi.”
“ Tentang kita.”
“ Emang kenapa?”
“ Kakak tanya kenapa. Kemana aja kakak selamai ini?”

Sms nggak balas, telpon nggak diangkat, kenapa?”
“ Nggak ada apa – apa.”
“ Bogong.”
“ terserah mau percaya apa nggak.”

Dhanu pun pergi begitu saja. Nela kaget dengan apa yang terjadi di depan matanya sekarang. Ia pun masuk, ada yang meleleh dari matanya. Lalu Hpnya bergetar, ada yang sms. Ia buka ternyata dari Dhanu,

Maafkan ka2k, ka2k tw adk msh syg m romi, ka2k cm plarian, ka2k cm cwo biasa

Tw key gt, knp nekat pgn jd pcr aq. Skrg mlah hncurin hrpn aq.
Reply, send.
Tak lama kemudian blasannya datang lagi,

Ka2k hny ingn trbaik utk ka2k, adx cwe yg span, pi msh ada romi. Kasih ka2k wktu utk mnysuaikan diri

Sms terputus sampai disitu,

Smpai kpn mnyesuaikan diri, selamanya? Bang Fandi plg, gk d lg yg ngrtiin aku, sm spa aq minta tlg lg?
Hari libur kuliah telah datang. Fandi pun sudah lulus dengan nilai memuaskan. Hari minggu Fandi pulang kampung. Dari pagi Nela tak ada keluar dari rumahnya. Ia tidur aja di kamar. Ia ambil hp lalu sms,
send Dhanu,
Sbr aj tak lama kemudian datang sms balasan,

Sbr sh sbr, pi ini udh 2 minggu menyesuaikan diri, y udh slmnya j penyesuaian.
reply, send,

Cpek pcran ma ank2, udh 19 thn pi key ank2. Qt putus aj ya

5 menit lagi datang sms,

Klo mmg itu kptsan yg terbaik y udh
Jantung Nela terasa mau copot. Dia benar – benar kaget.
Reply,  send,

Hp Nela langsung di matiin. Ia menangis sepuasnya. Setelah kejadian itu Nela nggak ada keluar – keluar dari kamar.

Kak mw kmn ku ya, aq di usir ka2 dari rumh
Seminggu setelah kejadian itu, Dhanu sedang baring – baring. Tiba – tiba ada sms masuk. Sms itu dari Nela,

Skrg dmn
Dhanu kaget.

Msh drmh,kmas2 baju. Besok harus pindh
Reply,
Tak lama kemudian.
Dilihatnya jam, sudah jam 12 malam. Ia bingung sendiri kenapa penyebabnya. Masa kakak kaandung tega mengusir adiknya sendiri. Lama sudah pikirannya menerawang, Dhanu pun tertidur.
*****

Knp sms mrh, aq tk ngerti
Hari ini hari rabu, jam 16.00 WIB. Tiba – tiba Dhanu sms marah – marah. Nela pun bingung sendiri, ia pun balas.

Udhlh aq bukan ank kecil, pntasn aj u diusir ka2kmu, kelakuanmu aj key gtu
Tak lama kemudian sms masuk,

Aq gk ngrti, duh kok tiba2 perut q sakit y?
Reply,

Plg bohong

Dhanu pun balas,
Nela pun nggak balas, dia benar – benar kesakitan. Dia minum obat lalu ia tertidur.
*****

Sebuln tak ada kabar dari Dhanu, lalu tiba – tiba Nela dan kawan – kawan ketemu dia di rumah sakit. Waktu Nela dan kawan ngantarin Dhini berobat ke rumah sakit. Nela dan kawan – kawan mendekati Dhanu
“ Siapaa yang sakit kak ?”
“ Mama, beliau gangguan ginjal. Namun sampai sekarang lom ada pendonor yang cocok ginjalnya.”

Dhanu pun menangis,
“ Aku mau dites, mudah – mudahan aja cocok.”
“ Serius loe La?” Tanya teman – temannya.
“ Serius, hidup satu ginjal nggak masalahkan?”

Lalu tiba – tiba datang seorang cewek,
“ Kak Zera, ngapain disini? Tanya Nela.
“ Kenalin ini pacar baru kakak.” Dhanu mengenalkan Zera.
“ Udah kenal pun dari 2,5 tahun yang lalu.” Nela jutek.

Lalu Nela menghadap dokter yang menangani penyakit mama Dhanu. Lalu 30 menit kemudian Nela keluar bersama dokter
“ Dhan, ginjal Nela dan mama mu cocok 80%, ini sangat langka sekali,

Alhamdulillah Allah telah mengirim dia untukmu.”
“ Yang benar dok?”
“ Benar “
“ Jadi kapan pencangkokan dilakukan dok?
“ secepatnya, lebih cepat lebih baik karena tidak bisa ditunta lagi, bahaya untuk ibu anda.”
“ Jadi kapan dok?”
“ Besok akan dilakukan dan Nelapun setuju.”

Teman – teman Nela menarik Nela, Natan berkata,
“ Loe gila, kasih ginjal tanpa keputusan ortu loe.”
“ Loe pikir seperti ngasih permen apa.” Pina pun ikut bicara.
“ Loe jangan main – main. “ Lanjut Natan.
“ Gue gak main – main, itu sebatas rasa kemanusian aja.”
“ Terserah loe lah.” Kata Pina.

Mereka pun kembali kedekat Dhanu. Dhanu pun langsung mendekati Nela,
“ Makasih ya La, tapi kamu serius kan?”

Dlm minggu ini aku akan pulang rom
Nela pun menggangguk. Dhanu langsung keruang ibunya. Nela dan kawan – kawan pulang. Sesampai di rumah Nela sibuk mengotak – atik Hp. Ia membuat sms,                                                          send romi,

Q tunggu ya

Saat kau membuka hatimu mungkin ku tlah jauh
Tak lama kemudian sms dari Romi pun datang,
Replay, send.

Maksudnya ??

Lalu 5 menit kemudian,
Nela pun tidak membalasnya, lalu ia berjalan menuju rumah kakanya. Kebetulan kakaknya dan iparnya di rumah.
“ Kak aku pengen pulang, klo gak ada biaya tolong dibantu ya.”
“ Pulang ngapain? Gak ada hari penting pun.” Jawab kakaknya.
“ Pulang itu sekali dua tahun aja, low nggak sekali setahun.” Kakak iparnya pun ikut bicara.
Nela pun menarik nafas,
“ Pi sekali ini aja kok.”
“ Kakak nggak ada uang, carilah uang sendiri.”
“ Ya udah,, aku pulang dulu ya.”

Nela pun pulang menuju kosnya. Di kost udah ada Zera yang menunggunya.
“ Ada apa kak?”
“ Loe ngelakuin ini semua ambil perhatiankan ama Dhanu, biar Dhanu balik lagi ma loe?”
“ Maksudnya?”
“ Udahlah gak usah pura – pura lugu, ini taktikmu supaya Dhanu simpati dan balikan ama loe, jangan harap deh loe.”

Zera pun pergi begitu aja. Nela pun masuk mengambil nafas dalam – dalam. Ia tak mengerti dengan jalan pikiran Zera.

Esok harinya, waktu operasi telah datang. Dhanu, Zera, Natan dan Pina telah berada di ruang tunggu. Namun Nela belum juga muncul. Sudah 10 menit lewat dari waktu yang ditentukan.
“ Kemana sih Nela?” Tanya Dhanu.
“ Paling dia Cuma main – main aja.” Jawab Zera.
“ Bentar lagi pasti dia datang.” Natanpun emosi dengan Zera.

Tak lama kemudian Nela datang, Dhanu pun menampar Nela.
“ Kamu pikir ini main – main, kamu bisa aja main – main dengan kata – kata, kalau kamu cuma iseng – iseng, ingin nyakiti aku jangan kayak gini caranya, pakai cara lain.”

Suara Dhanu semakin keras membentak Nela. Nelapun lari menuju ruang dokter. Operasi pun dimulai, sekitar 30 menit setelah kejadian itu. Natan yang duduk di sebelah Zerapun mulai bicara,
“ Loe kasar kali ma Nela.”
“ Kasar apanya?” Dhanau balik tanya.
“ Loe boleh aja nuduh dia macam – macam, pi apakah kau sadar yang nyakiti hati dia itu kamu.”
“ Kok salahin aku?”
“ Udahlah jelas dia salah, ngapain bahas dia.” Zera pun ikut bicara.
“ Setidaknya dia belajar mencintaimu, sedangkan engkau apa, kau dekati dia lalu kau buang aja dia begitu aja. Bahkan sekarang dia rela pertaruhkan nyawanya untuk ibumu.” Natan mulai menangis.
“ Udahlah kita sama – sama berdoa aja, nggak usah bertengkar.” Pina

Nggak mau diam lagi mendengar keributan.
“ Kita shalat dulu yuk.” Lanjut Pina.

Mereka pun berdiri, lalu berjalan menuju mushala rumah sakit. Mereka sama – sama berdoa untuk mama Dhanu dan Nela. Setelah shalat mereka kembali ke UGD. Lalu Dhanu dan teman – teman kaget, tiba – tiba keluaga Dhanu datang menangis membawa seorang mayat ke kamar mayat. Dengan lesu Dhanu berkata,
“ Akhirnya mama benar – benar pergi.”
“ Sabar Dhan, sabar.” Zera berusaha menenangkan Dhanu.

Lalu tiba – tiba Dhini berlari dari ruang nginapnya sambil menangis,
“ Nela, teman kita.....”
Tangisnya makin kuat
“ Kenapa dengan Nela??” Tanya Pina dan Natan
Dhini pun lemas, Natan dan Pina memboyongnya. Lalu dokter pun datang.
“ Ada apa ini dok?” Tanya Natan.
“ Dia syok setelah mendengar temannya meninggal setelah operasi.”
Dhanu yang tadi berdiri di belakang kaget,
“ Keduanya meninggal dok?”
“ Tidak, ibu anda selamat. Tapi, gadis itu tidak dapat ditolong.

Lambungnya sudah parah, magnya kronis. Gadis ini sebenarnya sudah
Lama sakit mag yang cukup serius, dan sebenarnya dia juga mengalami gejala ginjal.”
“ Gejala ginjal??”
“ Iya, tapi tidak ada masalah untuk ibu anda, masih bisa dicegah dengan dengan minum air puith yang banyak.”
Dhini telah sadar dari pingsannya.
“ Kita sekarang Cuma bertiga, Nela pergi.”
“ udah din, kita doain aja” bujuk Natan menangis
“ Mudah – mudahan ni jalan terbaik bagi dia” Pina menangis disebalh kanan Dhni. Sedangkan Dhanu masih terpuruk dilantai,tiba – tiba Dhini mendekati Dahnu sambil memaki – makinya,
“ Ni semua karna loe,loe egois,egois banget,,,,,,,,
“ Udah Dhin,sabar,,,nggak ada gunanya juga kita nyalain dia” pina menenangkan Dhini
“ Maafkan aku Dhan, sebenarya yang sms mencaci maki itu bukan Nela yang kirin tapi aku “ Zera mendekati Dhanu.
“ Jadi itu semua loe yang ngelakuin? Dhanu berdiri emosi
“ Iya, supaya kamu benci sama dia, maafkan aku.....” Zera menangis
“ Setelah dia berbaring tak bernyawa kamu minta maaf, dimana rasa kemanusian loe??

Sedang emosinya Dahnu tiba – tiba kakaknya Nela datang bersama istrinya. Mayatnya dibawa ambulance kerumah kakakanya, sedangkan Dhanu juga ikut mengantarnya kebetulan ada keluarganya yang menunggui mamanya. Dhanu mengendarai mobil kakak Nela bersama Natan, Dhini, dan istrinya kakak Nela. Sedangkan yang lain naik ambulance. Diperjalanan kakak ipar Nela hanya menangis lalu memulai pembicaraan,
“ kemaren dia pamit minta pulang dan minta diongkosin, ternyata pulang key gini”
“ Dia udah lama sakit y kak?
“ Udah, semenjak SMA dia perna kronis maagnya, dan akhir – akhir ini dia sering pingsan, low pingsan badannya semua membiru, dia tak pernah mengeluh sakit, karna saya takut terjadi apa – apa dirumah saya suruh dia ngekos, sebagai kakak saya kejam.

Ternyata sambil mendengar penuturan Kakak ipar Nela Natan sudah membuka sebuah diary Nela.
“ Dhan Cuma kamu yang bisa menggantikan posisi Romi dihatinya”
“ Maksudnya?
“ Loe jangan lemot,ku baca diary nya nih,,ku bacain satu lembar aja ya,,

Natanpun memulai membacanya:
7 November 2010
Dhanu benar – benar ingin mengakhiri semua, padahal ku sudah sayang banget sama dia. Kenapa aku terlalu terjebak dalam keadaan yang key gini. Dulu Romi juga key gini. Disaat aku sayang dia pergi meninggalkan aku. Luka baru diatas luka lama. Aku kecewa lagi. Au berhenti berharap.

Suara Natan semakin lama semakin serak karna menangis. Tanpa disadari mereka dah sampai dirumah Nela. Dengan sigap Dhanu membaca diary Nela. Dhanu tampak kaget karna tak lama mayat sampai dirumah mayat turun rumah lagi. Ternyata mau dibawa kekampung.Dhanu dan teman – teman ikut karna tiket sudah dibelikan sama kakakya nela. Setelah lama diperjalan akhirnya sampai ditempat tujuan. Banyak teman SMAnya yang datang. Tiba – tiba datang seorang cowok, semua perhatian tertuju sama dia, karna salah seorang teman SMA Nela  mendekati cowok itu,
“ Rom, Nela udah tiada”
“ Iya Wi, padahal aku dah niat jika ia pulang, aku takkan kecewakan lagi dia, sekarang udah begini”
“ Anda Romi ya, kenalka saya Dhanu” Dhanu mendekati Romi dan memberika diary Nela. Romipun membacanya
“ Anda bisa menggantikan posisi saya, dulu dia pernah sms key gini: saat kau membuka pintu hatimu mungkin telah jauh, sekarang dia benar – benar jauh”

Panjang cerita akhirnya pemakaman sudah selesai. Kini Nela sudah tiada. Ia telah meninggalkan Batam, Pesisir Selatan, Romi, Dhanu, mamanya dan semuanya.Ia sudah menghadap sang Pencipta.


Original Posted by : ADMIN

Komentar anda sangat membantu perkembangan blog ini!!


Komentar Sahabat

 

Copyright © - Three'rz'Fourw's / Template Name - U-Special Dark Shadow Edition. All Rights Reserved.
Created and Designer by : akaUTta' | UT2A-WEB.INFO.